Daerah

Seniman KOPIJO Kecewa, Pameran Lukisan Lorong Waktu di Jombang Fest Dibongkar

19
×

Seniman KOPIJO Kecewa, Pameran Lukisan Lorong Waktu di Jombang Fest Dibongkar

Share this article
Seniman KOPIJO Kecewa, Pameran Lukisan Lorong Waktu di Jombang Fest Dibongkar
Seniman lukisan saat membongkar pameran bertajuk lorong waktu di Jombang Fest.(Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Pameran lukisan bertajuk Lorong Waktu yang digelar dalam rangka memeriahkan Jombang Fest 2026 berakhir lebih awal.

Sejumlah seniman yang tergabung dalam Komunitas Pelukis Jombang (KOPIJO) memilih membongkar dan mengemas kembali karya mereka, pada Selasa (20/10/2026), sebagai bentuk protes atas penataan lokasi pameran yang dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Pameran yang semula dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Oktober 2026, terpaksa dihentikan oleh para peserta sebelum jadwal berakhir. Keputusan tersebut diambil setelah para pelukis merasa kecewa terhadap pengelolaan lokasi pameran oleh pihak event organizer (EO).

Anas, salah satu anggota KOPIJO, mengatakan para seniman sebelumnya telah mempersiapkan karya terbaik mereka jauh-jauh hari.

Mereka antusias mengikuti pameran tersebut setelah mendapat informasi bahwa panitia akan menyediakan tempat khusus yang representatif untuk memajang lukisan, sekaligus menyambut para tokoh penting saat pembukaan acara.

Namun, kondisi di lapangan dinilai tidak sesuai dengan konsep yang sebelumnya dijanjikan.

“Tempat yang awalnya dijanjikan aman dan diberi penutup, tiba-tiba didirikan di tengah Alun-Alun secara mendadak. Hal itu sebenarnya sudah kami maklumi, yang penting karya lukisan teman-teman masih bisa terpajang,” ungkap Anas, Rabu (21/10/2026).

Kekecewaan para pelukis semakin bertambah ketika papan tempat memajang karya justru berada di belakang deretan pedagang kaki lima (PKL). Kondisi tersebut dinilai membuat karya-karya yang dipamerkan kurang terlihat oleh pengunjung.

“Kami merasa usaha dan kerja keras para pelukis selama ini seolah diabaikan dan tidak dihargai sama sekali, karena tiba-tiba posisi papan pameran berada di belakang pedagang kaki lima,” tegasnya.

Menurut Anas, pihak EO beberapa kali menjanjikan perbaikan dan pemindahan tata letak pameran agar lebih layak. Namun, hingga pameran berlangsung, perubahan yang diharapkan para seniman disebut tidak kunjung terealisasi.

Situasi tersebut akhirnya mendorong para anggota KOPIJO mengambil keputusan untuk membongkar pameran lebih awal.

Mereka kemudian mengemas kembali karya-karya lukisan yang sebelumnya disiapkan untuk dipamerkan selama rangkaian Jombang Fest 2026.

“Pihak EO selalu berjanji akan membenahi keadaannya, namun kenyataannya tetap tidak sesuai harapan,” pungkas Anas.

Hingga berita ini disusun, keterangan dari pihak EO terkait keluhan para seniman tersebut masih perlu dikonfirmasi untuk memperoleh penjelasan berimbang mengenai penataan lokasi pameran dan alasan belum terealisasinya perbaikan yang dijanjikan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *