Peristiwa

Mahasiswi 18 Tahun Tewas Mendadak di Kamar Mandi Kos Tlogomas, Polisi Temukan Darah dan Obat TBC

17
×

Mahasiswi 18 Tahun Tewas Mendadak di Kamar Mandi Kos Tlogomas, Polisi Temukan Darah dan Obat TBC

Share this article
Mahasiswi 18 Tahun Tewas Mendadak di Kamar Mandi Kos Tlogomas, Polisi Temukan Darah dan Obat TBC
Petugas kepolisian dan tim identifikasi saat mendatangi lokasi ditemukannya mahasiswi meninggal dunia di kamar mandi kos kawasan Tlogomas, Kota Malang.(Sudutkota.id/Istimewa)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Suasana sebuah rumah kos di Jalan Telogo Agung, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, mendadak geger, pada Kamis (1/10/2026) pagi.

Seorang mahasiswi berusia 18 tahun, NFS, ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar mandi kos. Korban diketahui merupakan warga Kabupaten Sidoarjo.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan korban tersebut. Menurutnya, polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dan melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP).

“Benar, ada penemuan seorang perempuan meninggal dunia di kamar mandi rumah kos,” ujar Anang.

Anang menjelaskan, kejadian tersebut pertama kali diketahui ketika salah seorang penghuni kos, Nur Maimunah, sekitar pukul 04.30 WIB hendak menggunakan kamar mandi. Saat itu, pintu kamar mandi dalam kondisi tertutup dan tidak terlihat adanya aktivitas dari dalam.

Kecurigaan kembali muncul beberapa jam kemudian. Sekitar pukul 07.00 WIB, Nur Maimunah bersama saksi lainnya, Tsaniya Khan Mazaya, berusaha memastikan kondisi kamar mandi tersebut.

“Karena pintunya tertutup dan tidak ada respons, kemudian saksi berusaha melihat ke dalam dengan memanjat kursi,” jelas Anang.

Dari atas kursi, kedua saksi melihat korban sudah berada di dalam kamar mandi dengan posisi tertelungkup di lantai.

Keduanya kemudian meminta bantuan pemilik kos dan tenaga kesehatan. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Anang mengatakan, petugas Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Malang Kota selanjutnya melakukan olah TKP untuk mengetahui kondisi korban dan situasi di sekitar lokasi.

“Petugas melakukan pemeriksaan di TKP dan menemukan beberapa hal yang kemudian didokumentasikan serta menjadi bagian dari pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan darah pada bagian mulut korban. Selain itu, terdapat kotoran yang keluar dari tubuh korban dan mengenai area kamar serta kamar mandi.

Polisi juga menemukan obat Rifampicin 150 mg/Isoniazid 75 mg di lokasi.

“Obat tersebut ditemukan di lokasi dan berkaitan dengan pengobatan TBC. Namun untuk penyebab kematian, kami belum bisa menyimpulkan dari temuan awal tersebut,” tegas Anang.

Dari keterangan pihak keluarga, lanjut Anang, korban memang diketahui sedang menjalani pengobatan jalan setelah sebelumnya didiagnosis menderita TBC.

Ayah korban, Ibnu Putra, juga memberikan keterangan kepada polisi bahwa NFS sebelumnya sempat mengalami demam. Meski demikian, beberapa hari terakhir korban sempat menyampaikan kepada keluarga bahwa kondisinya sudah membaik.

“Untuk riwayat kesehatan korban, kami juga sudah mendapatkan keterangan dari pihak keluarga. Korban sebelumnya menjalani pengobatan TBC,” terang Anang.

Kendati terdapat riwayat penyakit dan ditemukan obat TBC di lokasi, kepolisian masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kematian korban.

Menurut Anang, polisi tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan medis keluar.

“Penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam pemeriksaan. Kami menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematiannya,” ujarnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Anang menambahkan, Polsek Lowokwaru bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Malang Kota telah melakukan olah TKP, meminta keterangan sejumlah saksi serta mengamankan proses evakuasi korban.

“Untuk memastikan penyebab kematian, kami juga menyiapkan pengantar visum et repertum maupun autopsi apabila diperlukan,” pungkas Anang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *