Daerah

Kota Mojokerto Kembali Juara Umum Fesyar Regional Jawa, Raih 8 Penghargaan dari 14 Kategori

9
×

Kota Mojokerto Kembali Juara Umum Fesyar Regional Jawa, Raih 8 Penghargaan dari 14 Kategori

Share this article
Kota Mojokerto Kembali Juara Umum Fesyar Jawa, Raih 8 Penghargaan dari 14 Kategori
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat menerima penghargaan sebagai Juara Umum Festival Ekonomi Syariah.(Sudutkota.id/Kominfo)

KOTA MOJOKERTO, Sudutkota.id – Kota Mojokerto kembali mencatat prestasi di tingkat regional. Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, daerah yang dipimpin Wali Kota, Ika Puspitasari itu dinobatkan sebagai Juara Umum Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa 2026.

Predikat tersebut diraih setelah Kota Mojokerto memborong delapan penghargaan dari total 14 kategori yang diperlombakan dalam Fesyar Jawa 2026.

Penghargaan itu diserahkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak kepada Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam acara penutupan Fesyar Jawa 2026 di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya, Minggu (27/9/2026).

Capaian Kota Mojokerto tahun ini sekaligus mempertahankan gelar juara umum yang sebelumnya diraih pada Fesyar Regional Jawa 2025.

Dari delapan kategori yang berhasil dimenangkan, tiga di antaranya berada di posisi teratas. Kota Mojokerto meraih Juara 1 Ekonomi Hijau Berkelanjutan, Rencana Aksi Daerah, dan Inovasi Sektor Ekonomi Syariah.

Sementara itu, dua penghargaan lainnya diraih sebagai Juara 2, masing-masing pada kategori Literasi Ekonomi Syariah serta Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

Adapun tiga kategori lainnya menempatkan Kota Mojokerto sebagai Juara 3, yakni Zona Khas, Inkubasi Bisnis Usaha Syariah, dan Keuangan Mikro Syariah.

Rangkaian capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi syariah di Kota Mojokerto tidak hanya bertumpu pada satu sektor. Pemerintah daerah berupaya mengembangkan berbagai aspek, mulai dari literasi, inovasi, pemberdayaan usaha, hingga akses pembiayaan dan aktivitas sosial berbasis syariah.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita menyebut keberhasilan mempertahankan gelar juara umum tidak terlepas dari kerja bersama berbagai pihak.

Menurutnya, kolaborasi menjadi faktor penting karena penilaian Fesyar mencakup banyak aspek yang tidak dapat ditangani pemerintah daerah secara sendiri-sendiri.

“Saya tentu saja bersyukur bisa mempertahankan Juara Umum Festival Ekonomi Syariah selama dua tahun berturut-turut. Yang paling utama adalah kolaborasi,” ujar Ning Ita.

Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki fungsi sebagai fasilitator dalam mendorong perkembangan ekonomi syariah. Namun, keberhasilan program tersebut tetap membutuhkan keterlibatan pelaku usaha dan masyarakat.

“Pemerintah daerah sifatnya memberikan fasilitasi. Tetapi para pelaku juga harus memiliki komitmen yang sama untuk bergerak,” katanya.

Ning Ita menambahkan, Pemkot Mojokerto berupaya agar berbagai sektor dan aktivitas ekonomi di daerahnya dapat terus berkembang dengan memperhatikan prinsip-prinsip syariah.

Bagi Pemkot Mojokerto, penghargaan Fesyar bukan sekadar pencapaian administratif atau simbol prestasi daerah. Gelar juara umum tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Penguatan sektor usaha, peningkatan literasi ekonomi syariah, akses terhadap keuangan, pengembangan inovasi, hingga optimalisasi ZIS menjadi bagian dari upaya tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *