JEMBER, Sudutkota.id – Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, SE, MSc., memastikan pembangunan flyover Mangli untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi akan dilaksanakan akhir tahun 2026. Pembangunan diperkirakan selesai akhir tahun 2028. Hal ini disampaikan Bupati Fawait saat gelaran “Gus Bupati Menjawab” yang disiarkan secara langsung, Minggu (20/9/2026) malam.
Menurut Gus Fawait, terkait pembangunan flyover Mangli, dirinya memang sengaja menahan diri untuk tidak banyak berbicara.
“Ada yang bicara ke saya, kalau bisa jangan cerita dulu deh, Gus. Nanti kalau sudah dilaksanakan, baru cerita,” ujarnya.
Maka dari itulah, Gus Fawait menahan diri untuk berbicara secara detail terkait progres flyover Mangli.
“Saya banyak ngerem lah. Salah satu janji saya itu flyover. Itu adalah salah satu cita-cita besar untuk mengurai kemacetan dan sebagai simbol bahwa Jember ini kabupaten atau kota besar. Itu harus ada infrastruktur yang modern. Salah satunya yang kita pilih adalah flyover,” ujar Gus Fawait.
Masih menurut Gus Fawait, dengan dibangunnya flyover, diharapkan nantinya bisa memecah persoalan kemacetan yang kerap terjadi di sekitar Mangli.
“Saya lihat komentar di beberapa medsos, cuma kan saya menahan diri. Oh, paling enggak sido, oh, carpak, oh, ini, oh, itu, macam-macam lah,” tegasnya.
Namun, berbagai keraguan dan cemoohan di media sosial dinilai Gus Fawait sebagai hal yang wajar dalam alam demokrasi.
“Biarkanlah itu, namanya juga alam demokrasi. Masa iya mau saya jawab satu-satu. Tapi yang jelas, flyover kita sudah on the track. Perkembangannya sudah on the track,” ungkap Gus Fawait.
Faktanya, kata Fawait, justru yang paling agresif agar flyover cepat direalisasikan adalah pemerintah pusat.
“Kami memang agak sedikit kewalahan, ya, mulai menentukan FS, DED, dan lain sebagainya. Ini sudah berproses. Malah kayaknya lebih cepat dibanding Pasar Tanjung,” ujarnya.
Bahkan, untuk mempercepat pembangunan flyover Mangli, Gus Fawait telah membentuk tim khusus.
“Kita perlu punya tim yang inti lah, yang top-top, dream team lah. Tapi semua masih on the track, termasuk skenario Pasar Mangli,” ujarnya.
Menurut Gus Fawait, tim khusus tersebut diperlukan untuk mengantisipasi dan merancang pembangunan flyover Mangli, termasuk dampak yang akan muncul. Termasuk nantinya terkait pembebasan lahan dan kondisi pedagang Pasar Mangli.
Terkait panjang flyover Mangli, kata Gus Fawait, memang ada beberapa pilihan.
“Ada dua opsi memang, ada yang panjangnya 700 meter, ada yang panjangnya 1 kilo lebih. Nah, itu ada plus minusnya, termasuk skenario bagaimana mengatur lalu lintas, ada Pasar Mangli, ada masyarakat, dan lain sebagainya,” tegasnya.
Namun, yang jelas, kata Fawait, keberadaan flyover bukan untuk menambah masalah.
“Keberadaan flyover adalah untuk memecahkan masalah kalau sudah jadi. Memang nanti dalam proses pembangunannya enggak bisa sebulan dua bulan,” tambahnya.
Dijelaskan, pembangunan flyover sedikitnya membutuhkan waktu sekitar dua tahun.
“Ini kalau dilaksanakan nanti di akhir tahun 2026, ini perkiraan jadi adalah di akhir tahun 2028. Jadi ada waktu kurang lebih dua tahun, paling cepat dua tahun untuk selesai pembangunan flyover Mangli,” ujarnya.
Masih menurut Gus Fawait, pembangunan flyover bukan sekadar ambisi, tetapi memang kebutuhan masyarakat.
“Flyover sekali lagi bukan hanya ambisi kita, tetapi flyover ini bagian dari simbol bahwa Jember sudah menjadi kabupaten atau kota besar dengan infrastruktur modern. Coba lihat yang ada flyover-nya: Surabaya, Sidoarjo, Malang, gitu kan? Kalau kota-kota besar ada. Nah, Jember kalau mau dikatakan besar, ya salah satunya harus ada flyover,” ujarnya. (*)





















