Daerah

Ratusan Siswa SMPN 1 Kabuh Keracunan, Aktivis Dorong Kasus Naik ke Penyidikan

2
×

Ratusan Siswa SMPN 1 Kabuh Keracunan, Aktivis Dorong Kasus Naik ke Penyidikan

Share this article
Ratusan Siswa SMPN 1 Kabuh Keracunan, Aktivis Dorong Kasus Naik ke Penyidikan
Para siswa SMPN 1 Kabuh saat menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.(Sudutkota.id/Dokumen)

JOMBANG, Sudutkota.id – Penyebab keracunan yang dialami ratusan siswa dan guru SMP Negeri 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akhirnya terungkap. Hasil pemeriksaan laboratorium memastikan udang saus padang menjadi sumber keracunan.

Hasil tersebut diperoleh dari pemeriksaan sampel makanan dan air dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan, Kecamatan Kabuh, yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang.

Temuan itu mendapat sorotan dari aktivis Jaringan Alumni Santri Jombang (JasiJo), Aan Anshori. Ia mendorong aparat penegak hukum (APH) mengusut kasus keracunan siswa SMPN 1 Kabuh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Temuan ini menjadi bukti tak terbantahkan bagi APH untuk membawa kasus SMPN Kabuh naik ke penyidikan. Ada banyak UU yang bisa diterapkan pada terduga pelaku, misalnya UU Pangan, UU Perlindungan Konsumen maupun KUHP,” ujar Aan, Rabu (16/9/2026).

Menurut Aan, penanganan kasus keracunan tersebut menjadi ujian bagi integritas dan profesionalisme aparat penegak hukum.

“Di titik ini, sesungguhnya integritas dan profesionalisme APH dipertaruhkan. Berani atau tidak, siapa yang sebenarnya akan dibela program nasional ataukah korban/penyintas. Akal sehat dan akal waras sudah pasti tahu mana yang akan dibela,” katanya.

Ia juga menilai penanganan secara hukum penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Tanpa proses pidana, secara politik, kepercayaan publik pada MBG, dan khususnya pada Presiden Prabowo, akan semakin menipis. Program yang direncanakan prorakyat ini justru akan memberikan sentimen sangat negatif pada pemerintah,” ujar Aan.

Selain mendorong proses hukum, Aan menyebut hasil pemeriksaan laboratorium tersebut dapat menjadi dasar bagi korban dan keluarganya untuk menempuh jalur hukum perdata apabila terdapat pihak yang dinilai bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Temuan bakteri ini sebenarnya memberikan penguatan pada korban dan keluarganya untuk melakukan gugatan pada para pihak yang dianggap menyebabkan peristiwa tersebut. Biarlah hakim yang akan memutuskan masalah ini. Dan, putusan ini akan menjadi koreksi bagi pembenahan tata laksana MBG,” katanya.

Aan juga mendesak Presiden Prabowo Subianto tetap menjalankan program MBG dengan skenario yang melibatkan orang tua siswa.

“Selain itu, aku mendesak kepada Prabowo agar tetap menjalankan MBG dengan skenario orangtua; dana makan langsung ditransfer ke orangtua untuk dikelola secara mandiri dan dimakan bersama di sekolah,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang bakal mengevaluasi kembali Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan bergizi gratis (MBG) ke SMPN 1 Kabuh.

Evaluasi dilakukan setelah sebanyak 256 warga sekolah, termasuk siswa dan guru, mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan MBG. Data tersebut merupakan hasil validasi Dinkes Jombang hingga Kamis (3/9/2026).

Kepala Dinkes Jombang dr Hexa mengatakan, evaluasi SLHS dilakukan untuk memastikan penerapan standar higiene dan sanitasi di dapur SPPG sesuai dengan ketentuan.

“Kita lakukan evaluasi SLHS lagi. Sesuai dengan aturan protapnya atau tidak, kita perbaiki lagi,” ujar Hexa, Kamis (3/9/2026).

Selain mengevaluasi standar higiene dan sanitasi, petugas Dinkes Jombang juga mengambil sejumlah sampel dari dapur SPPG untuk mengetahui kemungkinan penyebab munculnya keluhan kesehatan di SMPN 1 Kabuh.

Sampel yang diambil meliputi sayuran, udang berbumbu saus padang, nasi, dan pepaya. Petugas juga mengambil sampel air yang digunakan di dapur SPPG.

“Airnya juga, karena kemarin ternyata mengambil air dari isi ulang tetangga sebelah,” katanya.

Seluruh sampel tersebut selanjutnya dikirim ke BLK Surabaya untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *