Daerah

Hasil Lab SPPG Mangunan Keluar, Udang Saus Padang Mengandung E. coli 120 CFU/Gram

17
×

Hasil Lab SPPG Mangunan Keluar, Udang Saus Padang Mengandung E. coli 120 CFU/Gram

Share this article
Hasil Lab SPPG Mangunan Keluar, Udang Saus Padang Mengandung E. coli 120 CFU/Gram
Para siswa SMPN 1 Kabuh saat menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.(Sudutkota.id/Dokumen)

JOMBANG, Sudutkota.id – Hasil pemeriksaan laboratorium sampel makanan dan air dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, akhirnya keluar.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang memastikan udang saus padang menjadi sumber keracunan yang dialami ratusan siswa SMPN 1 Kabuh.

Kepala Dinkes Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada mengatakan, hasil pemeriksaan yang keluar, pada Jumat (11/9/2026), menemukan kandungan bakteri pada sejumlah sampel makanan dan air. Kandungan bakteri paling tinggi ditemukan pada sampel udang saus padang.

“Paling agak lumayan di saus padang itu. Udang saus padang itu E. coli-nya,” kata Hexawan, Selasa (15/9/2026).

Berdasarkan hasil uji laboratorium, kandungan E. coli pada sampel udang saus padang mencapai 120 CFU per gram. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan sampel makanan lain yang diperiksa.

“Ya dari udang saus padang,” tegas Hexawan.

Menurutnya, bakteri E. coli seharusnya tidak ditemukan pada makanan yang dikonsumsi. Karena itu, temuan tersebut menjadi salah satu dasar Dinkes Jombang menyimpulkan udang saus padang sebagai sumber keracunan.

“Kalau makanan, E. coli itu harusnya negatif,” ujarnya.

Selain udang saus padang, pemeriksaan laboratorium juga menemukan bakteri pada sampel nasi dan air yang digunakan di SPPG Mangunan Jombang.

Pada sampel nasi ditemukan bakteri Bacillus cereus, sedangkan sampel air diketahui mengandung E. coli.

“Di nasi itu ada Bacillus cereus. Kemudian airnya juga ada E. coli,” jelas Hexawan.

Sampel air yang diperiksa merupakan air yang digunakan di SPPG Mangunan, termasuk air galon isi ulang. Namun, kandungan bakteri pada sampel air tersebut tidak setinggi yang ditemukan pada udang saus padang.

Sebelumnya, Dinkes Jombang mengambil sejumlah sampel dari SPPG Mangunan untuk diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Sampel yang diperiksa meliputi makanan yang disajikan kepada siswa, air yang digunakan dalam proses penyediaan makanan, serta makanan yang masih tersimpan di lokasi.

Hasil pemeriksaan laboratorium tersebut juga dinilai sesuai dengan rentang waktu munculnya gejala pada siswa SMPN 1 Kabuh.

Makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikonsumsi para siswa sekitar pukul 11.30 WIB. Selanjutnya, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan seperti diare, mual, dan sakit perut sekitar pukul 17.00 WIB. “E. coli kan butuh waktu tiga jam, empat jam,” pungkas Hexawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang bakal mengevaluasi kembali Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan bergizi gratis (MBG) ke SMPN 1 Kabuh.

Evaluasi dilakukan setelah sebanyak 256 warga sekolah, termasuk siswa dan guru, mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan MBG. Data tersebut merupakan hasil validasi Dinkes Jombang hingga Kamis (3/9/2026).

Kepala Dinkes Jombang dr Hexa mengatakan, evaluasi SLHS dilakukan untuk memastikan penerapan standar higiene dan sanitasi di dapur SPPG sesuai dengan ketentuan.

“Kita lakukan evaluasi SLHS lagi. Sesuai dengan aturan protapnya atau tidak, kita perbaiki lagi,” ujar Hexa, Kamis (3/9/2026).

Selain mengevaluasi standar higiene dan sanitasi, petugas Dinkes Jombang juga mengambil sejumlah sampel dari dapur SPPG untuk mengetahui kemungkinan penyebab munculnya keluhan kesehatan di SMPN 1 Kabuh.

Sampel yang diambil meliputi sayuran, udang berbumbu saus padang, nasi, dan pepaya. Petugas juga mengambil sampel air yang digunakan di dapur SPPG.

“Airnya juga, karena kemarin ternyata mengambil air dari isi ulang tetangga sebelah,” katanya.

Seluruh sampel tersebut selanjutnya dikirim ke BLK Surabaya untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *