Daerah

Dinkes Kota Malang Waspadai Abu Vulkanik dan Asap Karhutla, Anak Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

13
×

Dinkes Kota Malang Waspadai Abu Vulkanik dan Asap Karhutla, Anak Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Share this article
Dinkes Kota Malang Waspadai Abu Vulkanik dan Asap Karhutla, Anak Diminta Kurangi Aktivitas di Luar
Kepala Dinkes Kota Malang dr. Husnul Muarif saat diwawancarai awak media.(Sudutkota.id/Andik Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.idDinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan masyarakat menyusul adanya sejumlah faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kualitas udara, termasuk asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kemungkinan paparan debu atau abu vulkanik.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, mengatakan kondisi lingkungan menjadi salah satu perhatian dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat. Tidak hanya kebersihan dan sanitasi pribadi maupun keluarga, tetapi juga kondisi lingkungan sekitar, termasuk saluran pembuangan air dan kualitas udara.

Hal itu disampaikan Husnul saat diwawancarai awak media, Senin (14/9).

Menurutnya, peningkatan pengawasan terhadap kondisi lingkungan perlu dilakukan karena terdapat berbagai faktor alam yang berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat. Salah satunya aktivitas vulkanik dari gunung api di sekitar wilayah Jawa Timur serta dampak asap karhutla.

“Karena berbasis lingkungan tentu bukan hanya higiene sanitasi pribadi dan keluarga, tetapi kita juga didukung oleh kondisi lingkungan. Untuk saat ini, inspeksi saluran pembuangan air lebih ditingkatkan karena berbagai faktor,” ujar Husnul.

Ia menambahkan, kualitas udara juga menjadi perhatian karena asap karhutla maupun debu vulkanik berpotensi terhirup masyarakat, termasuk anak-anak yang masih aktif melakukan kegiatan di luar ruangan.

Namun, Husnul menegaskan pihaknya masih melakukan pemantauan untuk memastikan sejauh mana kondisi tersebut berdampak terhadap Kota Malang. Dinkes tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum mendapatkan hasil pemantauan yang lebih jelas.

“Sekarang masih dalam kondisi pemantauan. Nanti kalau memberikan kesimpulan bahwa abu vulkanik ada di Kota Malang, maka akan kami sampaikan kepada semua OPD untuk mengantisipasi,” katanya.

Jika paparan abu vulkanik maupun kualitas udara memburuk, Dinkes akan mendorong langkah antisipasi, termasuk mengurangi aktivitas masyarakat di luar ruangan.

Khusus anak-anak, Husnul mengimbau agar tidak terlalu lama berada di luar ruangan, termasuk ketika berada di lingkungan sekolah maupun saat perjalanan berangkat dan pulang sekolah.

“Kami berharap anak-anak tidak terlalu lama berada di luar, di luar ruangan, di luar kelas. Pada saat pulang ataupun berangkat juga diarahkan memakai masker,” jelasnya.

Langkah tersebut, kata Husnul, merupakan bagian dari pencegahan gangguan saluran pernapasan yang dapat dipicu atau diperburuk oleh paparan udara yang kurang baik.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai penanganan khusus terhadap potensi peningkatan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Husnul menyebut ISPA memang masih menjadi salah satu penyakit yang banyak ditemukan di Kota Malang.

“Kalau untuk pencegahan ISPA itu secara umum. Kita juga tidak tahu (penyebabnya), tapi terdeteksi ISPA. ISPA itu di Kota Malang tetap merupakan penyakit pertama,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *