Daerah

22 Tahun Munir, Aktivis Malang Rawat Ingatan dan Tolak Lupa

3
×

22 Tahun Munir, Aktivis Malang Rawat Ingatan dan Tolak Lupa

Share this article
22 Tahun Munir, Aktivis Malang Rawat Ingatan dan Tolak Lupa
Poster aksi simbolik mengenang 22 tahun kematian aktivis HAM Munir Said Thalib. Kegiatan digelar, Senin (7/9/2026) di TPU Sisir, Kota Batu, dengan rangkaian ziarah, aksi diam, refleksi dan pembacaan puisi.(Foto:sudutkota.id/istimewa)

MALANG, Sudutkota.id – Dua puluh dua tahun berlalu sejak aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib meninggal dunia. Namun, nama dan perjuangannya hingga kini masih terus dikenang.

Untuk merawat ingatan tersebut, sejumlah aktivis di Malang akan menggelar aksi simbolik peringatan 22 tahun kematian Munir Said Thalib, Senin (7/9/2026). Aksi akan dipusatkan di Makam Munir, TPU Sisir, Kota Batu.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, M Eko Cahyono, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenang jasa Munir sekaligus menjaga agar perjuangan dan gagasan yang pernah diperjuangkannya tidak dilupakan.

“Tujuannya kita berdoa di sana dan mengenang jasanya. Ini juga sebagai bentuk kita merawat ingatan dan menolak lupa terhadap Munir serta perjuangannya,” kata Eko, Minggu (6/9/2026).

Menurut Eko, kehadiran peserta di makam Munir bukan sekadar kegiatan seremonial untuk memperingati momentum tahunan. Aksi tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada Munir sekaligus pengingat bahwa perjuangan mengenai keadilan dan hak asasi manusia harus terus mendapatkan perhatian.

“Dengan kita datang ke sana, berdoa dan mengenang jasanya, kita ingin menunjukkan bahwa Munir tidak dilupakan. Gagasan dan perjuangannya tetap harus diingat,” ujarnya.

Eko menambahkan, momentum 22 tahun kematian Munir menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali mengingat perjalanan perjuangan HAM yang telah dilakukan Munir semasa hidupnya.

Aksi dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Peserta terlebih dahulu berkumpul di Jalan Veteran, Kota Malang, kemudian menuju Makam Munir di TPU Sisir, Kota Batu.

Peserta aksi diminta mengenakan pakaian berwarna hitam serta membawa poster, bendera, lilin dan bunga. Perlengkapan tersebut menjadi bagian dari simbol penghormatan dan ekspresi dalam memperingati sosok Munir.

Peringatan tahun ini mengusung semangat “Merawat Ingat dan Menolak Lupa”. Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa perjalanan waktu tidak semestinya menghapus ingatan publik terhadap Munir dan perjuangannya.

Dalam seruan aksi juga ditegaskan, “Hidup Korban! Jangan Diam! Lawan!”

Bagi para peserta, mengenang Munir bukan hanya mengingat sosok yang telah tiada, tetapi juga menjaga agar nilai-nilai perjuangan yang ditinggalkannya tetap hidup di tengah masyarakat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *