JOMBANG, Sudutkota.id– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan, Kabupaten Jombang, buka suara terkait dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami 256 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh.
Sejumlah warga sekolah mengalami keluhan kesehatan, termasuk diare, setelah menyantap makanan MBG yang dibagikan pada Rabu (2/9/2026).
Pemilik SPPG Brumbung, Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh, Sumadi, mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut.
Salah satu menu MBG yang dibagikan kepada penerima manfaat saat itu adalah udang saus Padang.
“Menu kemarin ya udang saus Padang itu,” kata Sumadi, Jum’at (4/9/2026).
Menurut Sumadi, proses pengolahan makanan telah dilakukan sesuai prosedur. Memasak makanan MBG dilakukan secara bertahap sebanyak empat kali untuk memenuhi kebutuhan pengiriman.
Proses memasak dimulai sekitar pukul 02.00 WIB untuk pengiriman pertama yang dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB.
“Kalau masak bertahap, dilakukan sebanyak 4x, mulai jam 2 dini hari untuk pengiriman pertama sekitar jam 7 pagi,” ujarnya.
Terkait penanganan siswa dan guru SMPN 1 Kabuh yang mengalami keluhan kesehatan, Sumadi mengatakan pihak SPPG masih membahas langkah selanjutnya, termasuk mengenai tanggung jawab terhadap korban.
“Ya nanti kita perlu konfirmasi dulu, perlu di fikirkan bareng-bareng,” katanya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan biaya penanganan kesehatan korban ditanggung pihak SPPG, Sumadi menyebut hal tersebut semestinya dilakukan. “Mestinya begitu, biar selesai dulu,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Mangunan, Chakra Risky Fortuna, sebelumnya mengatakan dugaan sementara penyebab keluhan kesehatan mengarah pada bahan udang yang digunakan dalam menu MBG.
Namun, pihak SPPG masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa dan guru tersebut.
“Kalau dari indikasi, kemungkinan kita masih curiga terhadap udangnya,” ujar Chakra, Jum’at (4/9/2026).
Meski muncul dugaan tersebut, Chakra memastikan proses pengolahan makanan MBG telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Bahan makanan untuk menu tersebut juga diterima sehari sebelum dibagikan kepada penerima manfaat. Menurut Chakra, hal itu telah sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan program MBG.
Chakra mengatakan, berdasarkan keterangan petugas yang memasak, udang yang digunakan tidak menunjukkan bau menyengat ketika diolah dan masih dinilai dalam kondisi segar.
“Udangnya sendiri waktu dimasak tidak bau. Masih segar. Makanya masih dicari penyebabnya,” pungkasnya.





















