JOMBANG, Sudutkota.id – Upaya menemukan kasus Tuberkulosis (TBC) secara dini terus dilakukan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Salah satunya dilakukan oleh Puskesmas Ngoro yang menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF) TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro.
Kegiatan skrining TBC tersebut berlangsung di Balai Desa Ngoro pada Senin (3/8/2026), mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB, kemarin. Pemeriksaan dilakukan melalui tracing TBC dan skrining menggunakan Foto Thorax dengan X-Ray Portable.
Kegiatan ini menyasar masyarakat yang memiliki kontak erat maupun kontak serumah dengan pasien TBC. Selain itu, skrining juga dilakukan terhadap kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit tertentu.
Upaya tersebut melibatkan Tim Penanggulangan Penyakit dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Plt Kepala Puskesmas Ngoro beserta tim, Tim Radiologi RSUD Jombang, Pemerintah Desa Ngoro, serta kader TBC Desa Ngoro.
Kolaborasi lintas sektor ini dilakukan untuk memperkuat deteksi dini TBC di masyarakat, sekaligus mempercepat penemuan warga yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Plt Kepala Puskesmas Ngoro, dr Ika Ummu Amaliah mengatakan, metode ACF memungkinkan petugas kesehatan menjangkau masyarakat secara langsung, khususnya warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC dan kelompok berisiko.
“Melalui metode Active Case Finding (ACF), kami dapat menjangkau masyarakat secara langsung, khususnya kontak erat dan kelompok berisiko TBC,” katanya, Kamis (27/8/20276).
Selain itu, sambung Ummu, penggunaan X-Ray Portable sangat membantu mempercepat proses skrining di lapangan. “Masyarakat tidak perlu datang jauh ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan awal,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ACF TBC terintegrasi CKG tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan.
“Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai penularan TBC, pentingnya menjaga kebersihan dan sirkulasi udara di rumah, serta anjuran segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC,” paparnya.
Dari kegiatan tersebut, seluruh masyarakat yang masuk dalam kriteria kontak serumah dan kontak erat dengan pasien TBC telah dilakukan tracing dan skrining.
“Skrining juga menyasar kelompok berisiko, termasuk masyarakat dengan diabetes dan hipertensi,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah pasien terduga TBC yang kemudian diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Hasil pemeriksaan Foto Thorax juga menunjukkan adanya beberapa orang dengan gambaran yang mengarah pada TBC,” ucapnya.
Temuan tersebut menjadi dasar untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan kondisi kesehatan masing-masing warga.
“Kegiatan Active Case Finding TBC di Ngoro, Jombang diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus sehingga warga yang terindikasi TBC segera memperoleh pemeriksaan dan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan,” tuturnya.
Perlu diketahui, langkah deteksi dini ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai penularan TBC di masyarakat, dimulai dari tingkat desa.





















