Daerah

Muktamar NU 2026 di Jombang, Registrasi Peserta Diperketat dengan Sistem Barcode

16
×

Muktamar NU 2026 di Jombang, Registrasi Peserta Diperketat dengan Sistem Barcode

Share this article
Muktamar NU 2026 di Jombang, Registrasi Peserta Diperketat dengan Sistem Barcode
Gus Ipul saat melakukan pengecekan kesiapan Muktamar.(Foto:sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Menjelang pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Ketua Panitia Muktamar yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung finalisasi kesiapan penyelenggaraan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU), Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Dalam peninjauan tersebut, Gus Ipul didampingi Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar Ke-35 NU Prof Mohammad Nuh, Bendahara Umum PBNU Agus Gudfan Arief atau Gus Gudfan, serta sejumlah pengurus PBNU dan jajaran panitia penyelenggara.

Pengecekan diawali dari lapangan Desa Tambakberas yang diproyeksikan menjadi arena utama pembukaan Muktamar Ke-35 NU. Pengerjaan tenda utama dan sejumlah fasilitas pendukung di lokasi tersebut telah memasuki tahap akhir atau finishing.

Setelah meninjau arena utama, rombongan bergerak menuju area registrasi peserta. Gus Ipul bersama Prof Mohammad Nuh dan Gus Gudfan tidak hanya memantau kesiapan petugas, tetapi juga menjajal langsung seluruh alur pendaftaran peserta Muktamar NU 2026.

Mereka mempraktikkan proses registrasi mulai dari mengambil nomor antrean, menunggu panggilan, menjalani verifikasi dokumen hingga melakukan pemindaian barcode melalui sistem pendaftaran digital.

“Dua hari menjelang pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama, saya, Prof Nuh, Gus Gudfan, dan beberapa pengurus PBNU melakukan simulasi registrasi peserta. Luar biasa, kali ini semuanya sudah menyesuaikan dengan tuntutan zaman, berbasis barcode,” kata Gus Ipul, Rabu (26/8/2026).

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu menjelaskan, sistem registrasi digital diterapkan untuk memastikan proses penerimaan peserta berlangsung cepat, tertib, nyaman, dan presisi.

Setelah proses verifikasi selesai, peserta akan langsung diarahkan menuju zona akomodasi sesuai kontingen wilayah maupun cabang masing-masing.

“Insyaallah jika semua pihak disiplin dan tertib, tidak akan ada penumpukan antrean yang panjang. Semuanya berjalan nyaman dan presisi karena sistem sudah terintegrasi dengan data tunggal,” tegas Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan panitia telah menetapkan Daftar Peserta Tetap (DPT) Muktamar Ke-35 NU, termasuk rincian nama pengurus yang memiliki hak suara maupun berstatus sebagai peninjau resmi.

Sistem registrasi berbasis barcode tersebut juga menjadi bagian dari upaya panitia mencegah potensi kecurangan dalam forum permusyawaratan tertinggi NU.

“Datanya sudah valid, DPT-nya sudah ditetapkan, nama-nama pengurus peserta tertera jelas. Dengan demikian, diharapkan tidak ada peserta susupan atau peserta pengganti. Seluruhnya adalah peserta sah yang memenuhi persyaratan organisasi,” ujar Gus Ipul.

Digitalisasi sistem registrasi diharapkan membuat seluruh proses pelayanan peserta, mulai dari kedatangan, pendaftaran hingga penempatan akomodasi, dapat terukur dan terpantau secara real-time.

Gus Ipul juga mengapresiasi kerja keras tim kesekretariatan Panitia Muktamar Ke-35 NU dan panitia lokal Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang menyiapkan perhelatan tersebut dalam waktu efektif sekitar 50 hari.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada tim Kesekretariatan Panitia Muktamar dan keluarga besar Ponpes Bahrul Ulum. Dalam kurun 50 hari, mereka bekerja cermat dan cepat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya,” tutur Gus Ipul.

Menurut dia, sarana dan prasarana vital untuk Muktamar Ke-35 NU di Jombang kini telah siap digunakan. Fasilitas tersebut mencakup tempat akomodasi ribuan peserta, lokasi persidangan komisi dan pleno, hingga sarana pendukung medis serta logistik.

Dengan kesiapan teknis tersebut, peserta diharapkan dapat lebih fokus menyampaikan gagasan dan membahas substansi untuk menentukan arah masa depan Nahdlatul Ulama.

“Kami berharap peserta fokus memberikan gagasan terbaik. Sehingga Muktamar Ke-35 yang menjadi muktamar perdana di abad kedua NU dapat menghasilkan keputusan strategis agar jam’iyah kita makin maju, relevan, dan membumi. Tata kelola organisasi makin tertata, warga NU terlayani dan terbela, serta keilmuan para ulama terus menuntun peradaban zaman,” urainya.

Muktamar Ke-35 NU memiliki nilai historis karena digelar di Jombang, tanah kelahiran sejumlah pendiri atau muassis NU.

“Ini awal abad kedua NU, muktamar kembali ke pangkuan para muassis. Dari Tambakberas, Jombang, semoga ini menjadi muktamar yang menggembirakan, penuh berkah, dan berakhir dengan kelancaran,” pungkas Gus Ipul.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *