Daerah

Kapolsek Ngawen dan Awak Media Sepakat Jaga Sinergitas Usai Miskomunikasi

16
×

Kapolsek Ngawen dan Awak Media Sepakat Jaga Sinergitas Usai Miskomunikasi

Share this article
Kapolsek Ngawen dan Awak Media Sepakat Jaga Sinergitas Usai Miskomunikasi
Awak Media Dan Kapolsek Ngawen menjalin silaturahmi dan saling memaafkan.(Foto:Sudutkota.id/Farros)

BLORA, Sudutkota.id – Awak media mendatangi Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Ngawen, Kabupaten Blora, untuk melakukan konfirmasi terkait pengeroyokan dua anggota polisi saat mengamankan karnaval di Desa Rowobungkul. Namun, Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono tidak berada di kantor saat awak media tiba.

Sebelumnya, awak media telah berkomunikasi dengan Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono untuk melakukan pertemuan dan meminta konfirmasi terkait kejadian tersebut. Setelah waktu pertemuan dikonfirmasi, awak media kemudian datang ke Kantor Polsek Ngawen.

Namun, saat awak media tiba di lokasi, Kapolsek Ngawen menyampaikan melalui pesan WhatsApp bahwa dirinya tidak berada di kantor. Dalam pesan tersebut, AKP Lilik Eko Sukaryono menulis, “aku balik mas aku ngantuk.”

Dalam keterangannya, Lilik menyebut persoalan tersebut sebagai miskomunikasi dan menegaskan bahwa dirinya bersama awak media telah saling memaafkan.

“Intinya kami sudah saling memaafkan karena adanya miss komunikasi dan yang terpenting kita selalu menjaga sinergitas dan kekompakan,” ujarnya, Senin (24/8/2026).

Ia juga menekankan pentingnya menjaga sinergitas dan kekompakan antara kepolisian dengan awak media, yang selama ini turut membantu pemberitaan positif di wilayah Ngawen.

“Karena teman-teman media juga sudah banyak sekali membantu kami dalam hal pemberitaan positif khususnya wilayah Ngawen,” katanya.

Konfirmasi mengenai pengeroyokan dua anggota Polsek Ngawen sebelumnya disampaikan Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin.

“Anggota tersebut berinisial Aipda MS dan Aiptu SP,” kata Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin di Blora, Minggu (23/8/2026).

Ia mengatakan sebanyak 12 orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan terkait kericuhan yang terjadi di perempatan Dukuh Randualas, Desa Rowobungkul, pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

“Saat itu pengamanan karnaval tingkat desa,” ujarnya.

Menurut Zaenul, kericuhan bermula dari saling ejek yang kemudian memicu perselisihan antara warga Dukuh Tembang dan Dukuh Randualas hingga terjadi perkelahian.

Petugas yang berada di lokasi berupaya melerai perkelahian tersebut. Namun, saat menjalankan tugas, dua anggota polisi justru menjadi sasaran pengeroyokan.

“Anggota melerai, malah didorong sampai jatuh, sempat dipukul dan terluka,” katanya.

Zaenul mengatakan 12 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan di Unit 1 Satreskrim Polres Blora untuk mengetahui peran masing-masing dalam kericuhan tersebut.

“Yang diperiksa 12 orang. Sampai sekarang masih tahap pemeriksaan. Untuk peran masing-masing masih menunggu hasil pemeriksaan di Unit 1,” ujarnya.

Pengamanan karnaval tersebut melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Linmas.

Akibat kejadian itu, Aipda MS mengalami luka memar pada wajah dan menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara Aiptu SP mengalami luka di wajah serta luka memar.

“Keduanya sempat dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit,” katanya.

Hingga Minggu (23/8/2026), polisi masih memeriksa 12 orang yang diamankan untuk mendalami kronologi serta peran masing-masing dalam insiden tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *