Daerah

Ketua DPRD Kota Malang Amithya: Kemerdekaan Bukan Tujuan, Tapi Jembatan Menuju Perjuangan

23
×

Ketua DPRD Kota Malang Amithya: Kemerdekaan Bukan Tujuan, Tapi Jembatan Menuju Perjuangan

Share this article
Ketua DPRD Kota Malang Amithya: Kemerdekaan Bukan Tujuan, Tapi Jembatan Menuju Perjuangan
Amithya Ratnanggani Sirraduhita saat menyampaikan keterangan usai upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di depan Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Senin (17/8/2026).(Foto:sudutkota.id/Andik Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Ketua DPRD Kota Malang sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah tujuan akhir, melainkan jembatan untuk melanjutkan perjuangan demi kepentingan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Amithya usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Malang di depan kantor DPC PDI Perjuangan, Senin (17/8/2026).

Upacara tersebut diikuti jajaran struktural PDI Perjuangan Kota Malang, mulai pengurus DPC, PAC, ranting hingga KSB badan sayap.

Menurut Amithya, momentum kemerdekaan harus menjadi ruang untuk kembali merenungkan perjuangan para pendahulu bangsa. Kemerdekaan yang diperoleh melalui perjuangan panjang para proklamator, kata dia, harus diteruskan dengan perjuangan dalam bentuk nyata.

“Bahwa kita harus bisa berkontemplasi, melihat titik poin perjuangan dari para pendahulu kita,” ujar Amithya.

Ia menyebut kemerdekaan sebagai “jembatan emas” yang harus dimanfaatkan untuk menuju cita-cita bangsa, bukan justru dianggap sebagai garis akhir perjuangan.

“Jembatan itu tidak boleh dimaknai sebagai tujuan, melainkan sebuah fasilitas untuk bisa menuju kepada perjuangan kemerdekaan, kepada kemerdekaan itu sendiri,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Amithya juga mengajak seluruh jajaran struktural PDI Perjuangan Kota Malang untuk meningkatkan empati dan kepedulian terhadap masyarakat.

Hal itu salah satunya diwujudkan melalui doa bersama untuk masyarakat di NTT yang tengah menghadapi situasi duka akibat bencana.

Amithya mengatakan, kepedulian terhadap masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya muncul ketika terjadi bencana.

Karena itu, ia meminta jajaran struktural partai ikut memetakan wilayah-wilayah di Kota Malang yang memiliki potensi persoalan lingkungan, terutama menjelang musim penghujan.

“Kita tidak ingin mengulang beberapa waktu yang lalu. Dua tahun terakhir kita mengalami banjir yang luar biasa,” katanya.

Ia mendorong agar persoalan drainase menjadi perhatian bersama, termasuk melakukan pemetaan wilayah, pembenahan serta pemeliharaan saluran air.

Tidak kalah penting, masyarakat sekitar juga harus dilibatkan agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Teman-teman struktural bisa memetakan daerah-daerah mana yang sekiranya butuh treatment khusus, dalam artian mungkin butuh pembenahan drainase, maintenance drainase, dan juga melibatkan masyarakat sekitar untuk bisa peduli terhadap lingkungan,” pungkas Amithya.

Bagi Amithya, semangat kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui upacara. Nilai perjuangan harus diterjemahkan menjadi keberpihakan kepada masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesiapan menghadapi berbagai persoalan yang dapat mengancam keselamatan warga.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *