KOTA MALANG, Sudutkota.id – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat melepas keberangkatan 41 siswa Sekolah Rakyat Kota Malang yang akan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 01 Kota Blitar, Jumat (14/8/2026).
Prosesi pelepasan ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua DPRD Kota Malang Amitya Ratnanggani Siraduhita. Momen tersebut menjadi penanda dimulainya langkah baru puluhan siswa yang datang dari latar belakang sosial dan perjalanan pendidikan yang beragam.
Dalam kesempatan itu, Wahyu Hidayat tidak hanya memberikan ucapan selamat jalan. Ia menitipkan pesan tegas agar para siswa benar-benar memanfaatkan kesempatan pendidikan yang telah mereka dapatkan.
“Kalian hadir bukan untuk sekadar bersenang-senang, tetapi untuk menimba pengalaman dan ilmu sebanyak-banyaknya,” pesan Wahyu.
Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat harus menjadi momentum bagi para siswa untuk memperluas pengalaman, meningkatkan kemampuan, sekaligus membangun kepercayaan diri.
Wahyu meminta para siswa tidak menyia-nyiakan berbagai fasilitas dan dukungan yang diberikan pemerintah. Sebab, pendidikan yang mereka jalani bukan hanya menyangkut proses belajar di ruang kelas, tetapi juga pembentukan karakter dan kemampuan untuk menghadapi masa depan.
“Belajar dan terus belajar, tingkatkan terus kemampuan. Tingkatkan semangat dan laksanakan kegiatan ini dengan baik,” tegasnya.
Ia juga memastikan Pemerintah Kota Malang akan tetap memberikan pembinaan kepada para siswa pada bulan-bulan berikutnya. Dukungan tersebut mencakup pengetahuan, pelatihan, sarana-prasarana pendidikan hingga berbagai kebutuhan yang menunjang proses pembelajaran.
“Pemerintah Kota Malang akan masuk dalam pembinaan di bulan-bulan berikutnya,” ujar Wahyu.
Bagi Wahyu, keberangkatan 41 siswa tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Ia menyebutnya sebagai langkah awal untuk membuka masa depan yang lebih baik bagi anak-anak tersebut.
“Ini bukan saja tentang pelepasan anak-anak berangkat, tetapi satu cara untuk memberikan bentuk awal untuk melakukan satu langkah untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.
Wahyu bahkan menaruh harapan besar agar para siswa nantinya mampu menjadi generasi yang berkualitas dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
“Harapan Bapak adalah kalian bisa berguna, ahli dan pintar dalam memimpin negara ini,” ujarnya.
Ke-41 siswa yang diberangkatkan tersebut berasal dari lima kecamatan di Kota Malang. Rinciannya, 21 siswa berasal dari Kecamatan Kedungkandang, delapan siswa dari Blimbing, enam dari Lowokwaru, lima dari Sukun dan satu siswa dari Klojen. Dari sisi kondisi sosial, terdapat enam siswa yatim, satu siswa yatim piatu dan dua siswa piatu.
Sementara dari riwayat pendidikan, sebanyak 21 siswa sebelumnya mengalami putus sekolah. Sebanyak 19 siswa melanjutkan pendidikan langsung dari jenjang SMP ke SMA, sedangkan satu siswa tercatat pernah mengalami putus sekolah lebih dari satu tahun.
Latar belakang tersebut memperlihatkan bahwa program Sekolah Rakyat menjadi kesempatan penting bagi anak-anak dengan kondisi yang berbeda-beda untuk kembali memperoleh akses pendidikan.
Sebelum diberangkatkan ke Blitar, seluruh siswa juga telah mengikuti kegiatan Bakti Taruna selama lima hari, pada 3–7 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembekalan sebelum mereka memasuki pendidikan formal di Sekolah Rakyat Terintegrasi 01 Kota Blitar.
Keberangkatan mereka sempat mengalami penundaan. Pendidikan yang sebelumnya dijadwalkan dimulai pada 31 Juli harus diundur karena sarana dan prasarana di Kota Blitar belum sepenuhnya siap. Setelah kesiapan terpenuhi, 41 siswa akhirnya diberangkatkan, pada Jumat (14/8/2026).
Wahyu kembali mengingatkan agar para siswa pulang ke Kota Malang tidak hanya membawa cerita, tetapi juga membawa pengalaman dan prestasi.
“Selamat bertugas dan tetap semangat untuk bisa kembali ke Kota Malang dengan membawa prestasi,” pungkasnya.




















