Daerah

Punya Nilai Sejarah, Ndalem KH Wahab Hasbullah Jadi Lokasi AHWA Muktamar NU

17
×

Punya Nilai Sejarah, Ndalem KH Wahab Hasbullah Jadi Lokasi AHWA Muktamar NU

Share this article
Punya Nilai Sejarah, Ndalem KH Wahab Hasbullah Jadi Lokasi AHWA Muktamar NU
Lokasi akan digelar Muhtamar ke 35.(Foto:sudutkota.id/Elok Apriyanto)

Sudutkota.id – Musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHW Sudutkota.id A) dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dipastikan digelar di Ndalem Kasepuhan KH Abdul Wahab Hasbullah, Kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang.

Penetapan lokasi tersebut tidak lepas dari nilai sejarah. Ndalem KH Abdul Wahab Hasbullah menjadi salah satu tempat yang memiliki kaitan erat dengan jejak perjuangan dan gagasan awal pendirian hingga pengembangan organisasi NU.

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan panitia lokal sebelumnya sempat mempertimbangkan kawasan makam sebagai lokasi pelaksanaan musyawarah AHWA.

Namun, rencana tersebut kemudian dibatalkan karena kawasan makam diperkirakan menjadi salah satu titik keramaian peziarah dan penggembira selama Muktamar ke-35 NU di Jombang berlangsung.

“Memang awalnya kita punya wacana ditempatkan di area makam. Tapi karena di situ area keramaian, jadi kita geser ke Ndalem KH Wahab Hasbullah,” ujar Gus Rozaq, Selasa (11/8/2026).

Menurut Gus Rozaq, Ndalem KH Abdul Wahab Hasbullah dinilai lebih kondusif untuk pelaksanaan AHWA. Lokasi tersebut diharapkan mampu memberikan suasana yang tenang sehingga para ulama dapat menjalankan musyawarah dengan khidmat.

“Ini sekaligus untuk mengenang awal perjuangan Kiai Wahab mendirikan NU yang memang berawal dari rumah tersebut,” tambahnya.

Pemilihan Ndalem Kiai Wahab sebagai lokasi AHWA pun tidak sekadar mempertimbangkan aspek teknis. Tempat tersebut dinilai memiliki simbol historis yang kuat bagi perjalanan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

AHWA menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU. Forum tersebut melibatkan sembilan ulama yang mendapatkan mandat untuk menentukan Rais Aam PBNU periode berikutnya.

Mekanisme AHWA merupakan salah satu tradisi dalam sistem kepemimpinan NU, khususnya dalam menentukan Rais Aam Syuriyah. Forum ini mengedepankan musyawarah dan mufakat dengan mempertimbangkan keilmuan, ketokohan, serta kemaslahatan umat.

Melalui mekanisme tersebut, para ulama dan kiai sepuh bermusyawarah untuk menentukan sosok yang dinilai paling layak mengemban amanah sebagai Rais Aam PBNU.

Bagi NU, mekanisme AHWA juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi kepemimpinan berbasis keilmuan dan memberikan ruang kepada para ulama untuk menentukan arah organisasi melalui proses musyawarah.

Dengan ditetapkannya Ndalem KH Abdul Wahab Hasbullah sebagai lokasi AHWA, pelaksanaan forum tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengenang kembali jejak sejarah dan spirit perjuangan Mbah Wahab dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *