Sudutkota.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang resmi menerbitkan surat instruksi organisasi untuk menyukseskan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang.
Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh elemen struktural dan kultural NU di Kabupaten Jombang. Mulai dari Pengurus Lembaga, Badan Otonom (Banom), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Pengurus Ranting NU (PRNU), hingga para pengasuh pondok pesantren.
Imbauan serupa juga ditujukan kepada seluruh warga nahdliyin se-Kabupaten Jombang. Lembaga pendidikan, mulai sekolah, madrasah hingga perguruan tinggi, serta para takmir masjid dan musala juga diminta mengambil bagian dalam menyukseskan Muktamar ke-35 NU.
Melalui surat instruksi tersebut, PCNU Jombang meminta seluruh jajaran dan warga nahdliyin menyemarakkan syiar Muktamar ke-35 NU di lingkungan masing-masing.
Salah satu bentuk dukungan yang diminta adalah pemasangan media publikasi luar ruang berupa umbul-umbul, baliho, dan spanduk ucapan selamat Muktamar ke-35 NU.
Media publikasi tersebut diarahkan dipasang secara masif di sejumlah titik strategis, baik di area publik maupun institusi NU. Di antaranya kompleks pondok pesantren, sekolah, kampus, gedung perkantoran, masjid, musala, hingga halaman rumah warga nahdliyin.
Selain dukungan berupa publikasi visual, PCNU Jombang juga menginstruksikan gerakan spiritual melalui khataman Al-Qur’an secara serentak.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026, di berbagai pusat aktivitas warga nahdliyin di Kabupaten Jombang.
Khataman Al-Qur’an serentak akan dipusatkan di kantor-kantor NU, markas Banom, kompleks pesantren, lembaga pendidikan, serta masjid dan musala.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar spiritual PCNU Jombang untuk menyambut kedatangan para muktamirin dari berbagai daerah di Indonesia.
“Ini ikhtiar kepada Allah untuk memohon kelancaran, keselamatan, dan keberkahan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU,” kata Ketua PCNU Jombang, KH Fahmi Amrullah, Senin (10/8/2026).
Penguatan sisi spiritual juga dilakukan melalui imbauan pelaksanaan berbagai amalan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
“Seluruh jajaran NU di Jombang diminta menggelar Riyadlah, Munajat, Istighotsah, Tahlil, pembacaan Shalawat Burdah, serta doa bersama,” tutur Gus Fahmi.
Rangkaian ikhtiar lahir dan batin tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana organisasi yang sejuk dan kondusif selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
PCNU Jombang berharap muktamar berjalan aman, lancar, dan semakin memperkokoh tali ukhuwah Nahdliyah.
“Serta menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kemaslahatan bagi Nahdlatul Ulama, umat, bangsa, dan negara,” ungkap Gus Fahmi.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa PCNU Jombang juga mengistruksikan pembenahan fasilitas tempat ibadah melalui gerakan masjid dan musala ramah muktamirin.
“Para pengurus takmir diminta mempersiapkan tempat ibadah agar mampu melayani dan menyambut para tamu Muktamar ke-35 NU yang datang dari berbagai daerah,” paparnya.
Seluruh masjid dan musala di Kabupaten Jombang diharapkan dalam kondisi bersih, nyaman, ramah, dan representatif. Kesiapan tersebut menjadi bagian dari pelayanan masyarakat Jombang kepada para peserta dan pengunjung muktamar.
Warga nahdliyin Jombang juga diimbau menunjukkan keterlibatan aktif dengan menjaga keramahan khas pesantren.
Keamanan, ketertiban, kebersihan lingkungan, dan suasana kondusif menjadi sejumlah poin penting yang harus dijaga bersama sebagai bentuk khidmah dalam menyambut Muktamar ke-35 NU.
Untuk memperluas jangkauan syiar, PCNU Jombang mewajibkan setiap kegiatan pendukung Muktamar ke-35 NU didokumentasikan dengan baik.
Dokumentasi tersebut selanjutnya diminta dipublikasikan secara aktif melalui media massa lokal, media sosial, serta situs resmi organisasi.
“Kami meminta agar MWCNU se-Kabupaten Jombang mengoordinasikan pelaksanaan instruksi ini di wilayah masing-masing,” pungkas Gus Fahmi.




















