Seni dan Budaya

Diikuti Peserta Thailand, Ning Ghyta Buka Street Parade Yunior, Bupati Fawait Buka Grand IJMC

25
×

Diikuti Peserta Thailand, Ning Ghyta Buka Street Parade Yunior, Bupati Fawait Buka Grand IJMC

Share this article
Diikuti Peserta Thailand, Ning Ghyta Buka Street Parade Yunior, Bupati Fawait Buka Grand IJMC
Ning Ghyta Eka Puspitasari, istri Bupati Jember selaku Ketua TP PKK membuka street parade yunior.(foto:sudutkota.id/wnp)

Sudutkota.id – Sebanyak 34 grup satuan drumband dan marching band dari berbagai daerah unjuk kebolehan dalam ajang International Jember Marching Carnival (IJMC) yang berlangsung mulai tanggal 7 hingga 9 Agustus 2026 mendatang.

Memasuki hari kedua IJMC (8/8/2026), menampilkan class yunior Night Street Parade & Music Battle yang dibuka langsung Ghyta Eka Puspitasari selaku Ketua TP PKK Kabupaten Jember.

Sebanyak 16 peserta unjuk kebolehan memainkan berbagai alat musik dengan irama yang rancak dengan gerakan memukau yang mampu menghibur ribuan penonton yang menyaksikan dari pinggir jalan yang dilalui sepanjang 3 kilometer mulai depan Pemkab Jember hingga jalan Gajahmada.

Malam harinya, Bupati Jember, Dr Muhammad Fawait SE, MSc yang membuka langsung Grand Night Street Parade & Music Battle yang menampilkan 18 peserta. Tak pelak dihiasi Anek lampu warna-warni suasana sekitar alun-alun Jember depan kNtor Pemkab Jember menjadi begitu semarak dan meriah.

Diikuti Peserta Thailand, Ning Ghyta Buka Street Parade Yunior, Bupati Fawait Buka Grand IJMC
Suasana gelaran IJMC begitu meriah menampilkan atraksi yang memukau. (foto:sudutkota.id/wnp)

Dalam sambutannya Ning Ghyta, sapaan akrab Ghyta Eka Puspitasari menjelaskan, melalui street Parade yunior ini, dirinya berharap semuanya memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkarya, berimajinasi, dan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, percaya diri, dan memilki kepedulian terhadap sesama.

“Karena anak-anak merasa didukung, dicintai mereka akan jauh bisa mempunyai mimpi yang lebih tinggi dan melangkah lebih jauh lagi” ujarnya.

Menurut Night Ghyta, Istri Bupati Fawait, Street Parade ini bukan hanya bagaimana cara berjalan di sepanjang jalan yang telah ditentukan dan mengenakan kostum yang indah.

“Lebih dari itu, di sini sebagai ruang bagi anak anak berani tampil, percaya pada dirinya dan bekerjasama dan menghargai setiap proses yang mereka jalani,” paparnya.

Ning Ghyta juga mengapresiasi dewan juri dari Jakarta, Bogor, dan Thailand, yang berkenan hadir di Jember.

“Semua peserta sebenarnya menjadi juara kali ini. Bukan karena siapa yang paling menarik tetapi karena sudah berani melangkah dan menunjukkan bakat dan membawa senyum bagi banyak orang,” ungkapnya.

Sementara itu, Tri Basuki selaku ketua penyelenggara IJMC menjelaskan, ajang bergengsi IJMC merupakan panggung ekspresi anak-anak bangsa atas irama drumband dan tiupan terompet degan langkah baris yang tegas.

“Kita melihat kerjasama, disiplin, dan semangat gotong royong. Setiap kostum yang berkilau, setiap koreografi yang kita lihat siang hari ini, hasil latihan panjang cinta terhadap seni dan olah raga,” ujarnya.

Menariknya, dalam gelaran internasional tersebut juga diikuti grup marching band dari Thailand.

“Kehadiran adik-adik dari Thailand adalah bukti bahwa Jember sudah menjadi rumah bagi persahabatan internasional. Melalui musik dan baris berbaris kita berbicara dengan bahasa yang sama, bahasa persaudaraan,” ungkapnya.

Tri Basuki juga mengapresiasi Bupati Jember Dr Muhammad Fawait SE, MSc atas dukungan penuh ajang IJMC.

“Jember sudah dikenal dunia lewat Jember Fashion Carnival (JFC). Lewat Jember Marching Carnival (IJMC) ini,kita perluas sayap. Kita menunjukkan bahwa Jember tidak hanya indah dalam mode, Jember juga kuat dalam musik seni pertunjukan, pariwisata, dan olah raga,” ujarnya.

Sementara itu, saat membuka grand IJMC malam harinya, Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan, Jember dikenal sebagai kota Karnaval lewat JFC dan saat ini Jember lagi berjuang menjadi pusat marching band di Indonesia.

“Kita harus berjuang bersama. Event ini tidak akan berhasil kalau tidak didukung kita semuanya,” tegasnya.

Bupati Fawait menjelaskan, Jember melakukan efisiensi sebanyak mungkin. Namun untuk event-event yang memberikan multiplayer effect seperti JFC akan terus dilanjutkan.

“Saat JFC kemarin ada Rp 120 Miliar sampai Rp 200 Miliar uang yang berputar di Jember,” tegasnya.

Begitu juga saat IJMC, ada puluhan miliar uang yang berputar dan memberikan multiplayer effect dan dinikmati semua kalangan, baik PKL, UMKM, maupun perhotelan.

Memang, pantauan wartawan sudutkota.id, ajang IJMC ini benar-benar menarik bagi warga Jember. Meski pembukaan baru berlangsung sekitar pukul 15.00, namun warga Susa berjubel ingin menyaksikan langsung IJMC. Para pelaku usaha dan UMKM juga kebagian rezeki dengan menjajakan dagangannya di sekitar lokasi IJMC maupun sepanjang jalan yang dilalui street parade.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *