Seni dan Budaya

4 Bulan Berlatih, Administratio Choir UB Raih Gold Medal di Kompetisi Paduan Suara 72 Tahun di Spanyol

11
×

4 Bulan Berlatih, Administratio Choir UB Raih Gold Medal di Kompetisi Paduan Suara 72 Tahun di Spanyol

Share this article
4 Bulan Berlatih, Administratio Choir UB Raih Gold Medal di Kompetisi Paduan Suara 72 Tahun di Spanyol
Administratio Choir (AC) Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB).(foto:sudutkota.id/istimewa)

Sudutkota.id – Kerja keras selama empat bulan berbuah prestasi internasional. Administratio Choir (AC) Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) berhasil meraih Gold Medal Award dalam 72nd Certamen Coral Internacional de Habaneras y Polifonía Torrevieja 2026 yang berlangsung di Torrevieja, Spanyol, 19–25 Juli 2026.

Prestasi tersebut diraih setelah Administratio Choir bersaing dengan 15 kelompok paduan suara dari 13 negara dalam kompetisi yang telah memasuki penyelenggaraan ke-72 dan dikenal sebagai salah satu ajang paduan suara internasional tertua serta bergengsi di dunia.

Medali emas dari Spanyol menjadi capaian penting bagi Administratio Choir sekaligus membawa nama Universitas Brawijaya dan Indonesia ke panggung seni vokal internasional.

Bukan sekadar soal tampil di luar negeri, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai sejak tahap audisi hingga persiapan intensif selama berbulan-bulan.

Pelatih sekaligus dirigen Administratio Choir, Agustinus Wahyu Permadi, mengungkapkan bahwa langkah tim menuju kompetisi di Torrevieja tidak berlangsung instan.

Administratio Choir terlebih dahulu harus melewati proses seleksi dengan mengirimkan video audisi. Sekitar satu bulan kemudian, tim memperoleh konfirmasi bahwa mereka lolos ke tahap berikutnya.

Kesempatan itu kemudian dimanfaatkan untuk mematangkan persiapan. Selama kurang lebih empat bulan, para anggota menjalani latihan intensif untuk mempersiapkan lima lagu yang telah ditentukan panitia.

“Pertama kami harus mengirimkan video audisi. Sekitar satu bulan kemudian kami mendapat konfirmasi lolos ke tahap berikutnya. Setelah itu kami menjalani latihan intensif selama kurang lebih empat bulan karena harus membawakan lima lagu yang telah ditentukan panitia,” ujar Wahyu, Rabu (29/7/2026).

Tantangan semakin besar karena repertoar yang harus dipersiapkan memiliki karakter bahasa dan musikalitas yang berbeda.

Administratio Choir membawakan tiga lagu berbahasa Spanyol, yakni Habanera de Sal, Rosita de un Verde Palmae, dan Marinero. Selain itu, mereka juga menyiapkan dua lagu lainnya, yakni Petrus dan Ahtoi Porosh.

Penguasaan teknik vokal, artikulasi, musikalitas, hingga kekompakan antarpersonel menjadi bagian penting dalam proses latihan tersebut.

Administratio Choir sebenarnya bukan pendatang baru di kompetisi paduan suara internasional.

Sebelum tampil di Torrevieja, kelompok ini telah mengikuti berbagai ajang di sejumlah negara, termasuk Polandia, Jepang, Singapura, dan Macau, selain kompetisi di Indonesia.

Namun, kompetisi di Spanyol memiliki tantangan berbeda.

Wahyu menilai reputasi dan sejarah panjang Certamen Coral Internacional de Habaneras y Polifonía Torrevieja membuat persaingan berlangsung sangat ketat.

“Kompetisi di Spanyol ini baru pertama kali kami ikuti. Sebelumnya kami sudah tampil di Polandia, Jepang, Singapura, Macau, dan Indonesia, serta berhasil meraih prestasi. Namun kompetisi di Torrevieja merupakan kompetisi tertua di dunia yang sudah berusia 72 tahun, sehingga tingkat persaingannya sangat tinggi,” jelasnya.

Di tengah persaingan tersebut, Administratio Choir mampu menunjukkan kualitas penampilan yang mengantarkan mereka meraih Gold Medal Award.

Penghargaan itu sekaligus memperpanjang rekam jejak Administratio Choir dalam membawa nama Universitas Brawijaya tampil di kompetisi paduan suara tingkat internasional.

Alih-alih menjadikan medali emas sebagai alasan untuk berhenti, Administratio Choir justru menjadikan capaian tersebut sebagai pemicu untuk terus meningkatkan kualitas.

Bagi tim, kemampuan paduan suara tidak cukup dipersiapkan hanya ketika kompetisi sudah di depan mata. Latihan rutin dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas vokal setiap penyanyi sekaligus mempertahankan kekompakan kelompok.

“Kami harus terus berlatih, baik ada kompetisi maupun tidak. Latihan rutin akan meningkatkan kemampuan setiap penyanyi sehingga kualitas tim tetap terjaga,” kata Wahyu.

Prestasi di Torrevieja menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di panggung internasional ketika didukung proses latihan yang disiplin dan konsisten.

Bagi Universitas Brawijaya, capaian Administratio Choir juga memperlihatkan bahwa prestasi mahasiswa tidak hanya lahir dari ruang akademik. Seni dan budaya menjadi ruang lain bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus memperkenalkan kualitas generasi muda Indonesia di tingkat dunia.

Administratio Choir kini membawa pulang bukan hanya medali emas dari Spanyol, tetapi juga pengalaman yang menjadi modal untuk menghadapi kompetisi-kompetisi internasional berikutnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *