Sudutkota.id – Dalam upaya menghadirkan transformasi digital di sektor pendidikan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), Tim UM Belajar Berkolaborasi Bersama Masyarakat (UM BBM) Kelompok 1 Desa Jeru dan KKN FSTeM Universitas Brawijaya (UB) menggelar kegiatan sosialisasi pembelajaran inovatif.
Pembelajaran inovatif bertajuk “Pembelajaran Inovatif dengan Lumi Interaction dan Heyzine” tersebut digelar di dua sekolah dasar, yakni SD Negeri 1 Jeru dan SD Negeri 2 Jeru, pada 30 Juni 2026.
Kegiatan ini menyasar para tenaga pendidik di dua sekolah dasar tersebut, yakni SD Negeri 1 Jeru dan SD Negeri 2 Jeru, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Inisiatif tersebut menggabungkan dua program kerja unggulan, yaitu program JELITA (Jeru Belajar Interaktif dan Inovatif) dari Tim KKN UM Kelompok 1 dan program LENTERA (Literasi dan Edukasi Teknologi untuk Guru Berkarya) dari Tim KKN FSTeM UB sebagai upaya mendukung transformasi digital dalam dunia pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4, yaitu menjamin pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas, serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.
Pelatihan ini diikuti 10 guru dari SD Negeri 1 Jeru dan delapan guru dari SD Negeri 2 Jeru. Mahasiswa KKN BBM UM dan UB, Rosa Mubarokah serta Okta Maidah, menjadi pemateri utama di SD Negeri 2 Jeru. Sementara itu, Anastaya Diva Salsabila dan Christian Varel menjadi pemateri di SD Negeri 1 Jeru.
Dalam paparannya, Rosa Mubarokah menjelaskan bahwa Lumi Interaction dan Heyzine merupakan dua platform digital yang dapat dimanfaatkan guru untuk menciptakan bahan ajar yang lebih interaktif dan menarik.
Lumi Interaction memungkinkan guru membuat konten pembelajaran interaktif, seperti kuis, video interaktif, dan latihan soal secara mudah. Sementara itu, Heyzine digunakan untuk mengubah dokumen atau modul konvensional menjadi flipbook digital yang lebih menarik untuk diakses.
“Lumi ini memiliki banyak fitur yang dapat diterapkan. Ada kuis pada video interaktif, sehingga video dapat dijeda dengan menambahkan kuis di dalamnya. Ketika siswa salah menjawab, mereka otomatis akan kembali ke materi awal yang berkaitan dengan kuis tersebut. Dengan adanya fitur ini, siswa tidak hanya sekadar menonton video, tetapi juga dapat memahami isi video,” ujar Rosa Mubarokah, Jumat (07/08).
Langkah inovatif ini mendapat sambutan hangat dari Kepala SD Negeri 1 Jeru dan Kepala SD Negeri 2 Jeru. Keduanya berharap para guru dapat langsung menerapkan kedua platform tersebut dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-hari. Seperti yang disampaikan Andri selaku Kepala SD Negeri 2 Jeru.
“Saya baru pertama kali mengenal aplikasi Lumi Interaction. Semoga dengan adanya aplikasi ini dapat memudahkan kita dalam menyampaikan materi di kelas,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Peni selaku Kepala SD Negeri 1 Jeru. Menurutnya, sosialisasi ini mampu meningkatkan pengetahuan dan kreativitas para guru.
“Saya sangat bersyukur dengan adanya sosialisasi pembelajaran digital ini karena dapat meningkatkan pengetahuan dan kreativitas bapak dan ibu guru dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif dan interaktif di kelas,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, para guru tidak sekadar mendengarkan paparan teori, tetapi juga diajak mengikuti sesi hands-on atau praktik langsung membuat media ajar menggunakan laptop masing-masing.
Pendampingan secara personal oleh mahasiswa memastikan setiap guru mampu mengoperasikan kedua platform tersebut hingga menghasilkan produk bahan ajar yang siap digunakan.
Melalui kegiatan ini, Tim UM BBM berharap para guru di Desa Jeru semakin terampil mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran, sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran lebih kreatif, interaktif, dan berpusat pada siswa.
Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswa KKN BBM UM dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Jeru, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.




















