Daerah

Ketahanan Pangan Jadi Fokus, Khofifah dan Zulhas Salurkan 600 Paket Sembako untuk Ojol dan Nelayan di Gresik

38
×

Ketahanan Pangan Jadi Fokus, Khofifah dan Zulhas Salurkan 600 Paket Sembako untuk Ojol dan Nelayan di Gresik

Share this article
Ketahanan Pangan Jadi Fokus, Khofifah dan Zulhas Salurkan 600 Paket Sembako untuk Ojol dan Nelayan di Gresik
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di acara Gerakan Hari Jaminan Ketahanan Pangan (Hajatan), di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik.(foto:sudutkota.id/Humas Pemprov Jatim)

Sudutkota.id – Penguatan ketahanan pangan nasional tidak hanya dilakukan melalui upaya menjaga produksi dan distribusi, tetapi juga dengan memastikan bantuan pangan tepat sasaran bagi kelompok masyarakat rentan.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyaluran 600 paket sembako kepada pengemudi ojek online (ojol), nelayan, dan warga berpenghasilan rendah di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Program bantuan yang dikemas dalam Gerakan Hari Jaminan Ketahanan Pangan (Hajatan) itu dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Kamis (16/7/2026).

Sebanyak 200 paket sembako diberikan kepada pengemudi ojol, sedangkan 400 paket lainnya disalurkan kepada nelayan dan masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan PT Petrokimia Gresik. Masing-masing paket berisi beras SPHP 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan tepung terigu 1 kilogram.

Gubernur Khofifah mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan PT Petrokimia Gresik dalam menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus memperkuat daya beli di tengah tantangan ekonomi.

Menurutnya, kelompok pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojol dan nelayan, menjadi salah satu segmen yang paling rentan terhadap kenaikan harga bahan pokok karena pendapatan mereka bergantung pada penghasilan harian.

“Kolaborasi ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan sekaligus membantu menjaga stabilitas ekonomi keluarga,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, bantuan sembako diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sehingga anggaran yang sebelumnya digunakan untuk membeli kebutuhan pokok dapat dialihkan ke kebutuhan lain, seperti pendidikan anak, kesehatan, maupun biaya operasional pekerjaan.

Khofifah juga menilai sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan. Keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, hingga pemerintah kabupaten dinilai mampu memperluas jangkauan bantuan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menyebut Jawa Timur selama ini menjadi salah satu daerah yang berperan penting dalam menjaga pasokan dan distribusi pangan nasional.

Menurut Zulhas, Gerakan Hari Jaminan Ketahanan Pangan diharapkan tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui kerja sama berbagai pihak.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap bantuan pangan dapat terus menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memperkuat ketahanan pangan nasional.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *