Daerah

Banyak Warga Jarang Kontrol, Keluhkan Lamanya Antrean dan Akses Kendaraan

25
×

Banyak Warga Jarang Kontrol, Keluhkan Lamanya Antrean dan Akses Kendaraan

Share this article
Banyak Warga Jarang Kontrol, Keluhkan Lamanya Antrean dan Akses Kendaraan
Husnul Laily saat mengantar ibunya berobat di Puskesmas Ajung, Jember, Senin (13/7/2026).(foto:sudutkota.id/wnp)

Sudutkota.id – Kendati Bupati Jember, Dr Muhammad Fawait SE, MSc, telah punya unggulan layanan berobat gratis melalui program UHC (Universal Health Care), namun ternyata tidak semua warga mengetahui adanya program tersebut.

Tidak hanya itu, beberapa warga juga masih mengeluhkan lamanya waktu kontrol yang sangat lama. Termasuk kesulitan akses kendaraan untuk berobat maupun kontrol.

Hal ini salah satunya diungkapkan Husnul Laily (36), warga Ambulu yang mengantar ibunya Aminah (61), warga Desa Manggaran, Kecamatan Ajung saat berobat ke Puskesmas Ajung, Senin (13/7/2026).

“Kalau berobat ke Puskesmas Ajung, antreannya nggak lama sekitar 15 menit. Tapi kalau kontrol ke rumah sakit, antreannya sangat lama. Ini yang kita keluhkan,” ujar Husnul.

Dia menjelaskan, sempat mengantar ibunya kontrol ke rumah sakit. “Saya antre mulai jam 5 sore baru selesai jam 11 malam,” ujarnya. Tentu, kata dia, hal ini sangat melelahkan, karena terlalu lama. Apalagi, yang kontrol usianya sudah lanjut usia. “Sudah begitu saat diperiksa dokter, hanya sebentar,” ujarnya.

Banyak Warga Jarang Kontrol, Keluhkan Lamanya Antrean dan Akses Kendaraan
Salah satu pasien lansia yang dirawat di Puskesmas Ajung.(foto:sudutkota.id/wnp)

Tidak hanya itu saja. Husnul juga menjelaskan, meski Jember punya program berobat gratis melalui UHC, ternyata tidak semua warga mengetahui ada program UHC.

“Saya saja tahunya hanya dari medsos. Tapi tidak tahu saya masuk data dan dapat program UHC apa tidak. Karena saya tidak pernah diberitahu dan dapat kartunya,” tegasnya.

Husnul juga berharap, alangkah baiknya jika ada kebijakan pemerintah untuk menggerakkan dokter agar turun melakukan pemeriksaan atau kontrol kepada warga. Termasuk ada kendaraan khusus secara gratis yang disediakan untuk warga saat berobat atau kontrol.

Tidak jauh beda diungkapkan Ita saat mengantar mertuanya, Gimun (78), warga Langsatan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Ajung. Saat di Puskesmas Ajung, Ita menjelaskan, selama ini, mertuanya juga jarang kontrol.

“Bapak tidak bisa naik sepeda motor. Jadi kontrol tidak rutin,” ujarnya. Jadi, lanjut Ita, saat kontrol tidak ada yang mengantar. Maka dari itu, harapannya, ada kebijakan pemerintah agar menyediakan kendaraan gratis untuk warga. Termasuk ada dokter yang turun untuk mengontrol yang sakit.

Hal senada diungkapkan Ahmad Azis Ansori saat menunggui ibunya Sainah (69), asal Curahkates, Desa Klompangan Ajung. Ahmad Azis menjelaskan, selama ini memang tidak rutin kontrol karena terkendala akses kendaraan.

Maka dari itu, dirinya setuju jika ada kebijakan pemerintah menyediakan kendaraan khusus untuk membantu warga saat berobat maulun kontrol. “Kalau ada kendaraan khusus, ini sangat membantu warga, ” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ajung, Nur Rakhman menjelaskan, memang beberapa warga masih ada kesulitan mengakses layanan kesehatan di puskesmas. Terutama warga lansia dan disabilitas.

“Biasanya karena faktor jarak, dan kesibukan bekerja. Sehingga tidak ada waktu untuk mengakses layanan kesehatan di puskesmas,” ujarnya.

Selain itu, warga sakit jarang berobat maupun kontrol kesehatan karena tidak ada yang mendampingi. “Biasanya jika mendapat informasi seperti itu, kita dari puskesmas turun berkunjung di luar jam dinas. Itupun tidak bisa tercover semua,” tegasnya.

Maka dari itulah, jika ada warga yang membutuhkan layanan kesehatan, bisa menghubungi pihak puskesmas. “Kita juga sudah ada kader yang bisa membantu,” paparnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *