Daerah

Gerakan Indonesia Asri Digelar di Alun-Alun Merdeka, Dishub Kota Malang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkir

23
×

Gerakan Indonesia Asri Digelar di Alun-Alun Merdeka, Dishub Kota Malang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkir

Share this article
Gerakan Indonesia Asri Digelar di Alun-Alun Merdeka, Dishub Kota Malang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkir
Apel gelar personel yang akan mengikuti rangkaian Pencanangan Gerakan Indonesia Asri di kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum pelaksanaan agenda nasional yang melibatkan berbagai unsur pemerintah dan peserta dari Malang Raya.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.idDinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memastikan kesiapan rekayasa lalu lintas dan pengaturan kantong parkir menjelang pelaksanaan Pencanangan Gerakan Indonesia Asri yang dipusatkan di kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 05.30 WIB hingga selesai tersebut diprediksi akan meningkatkan kepadatan aktivitas kendaraan di pusat kota. Pasalnya, agenda berskala nasional itu akan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Forkopimda, kepala daerah se-Malang Raya, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta ratusan peserta.

Mengantisipasi potensi kepadatan dan gangguan arus lalu lintas, Dishub Kota Malang telah menyiapkan skema pengalihan kendaraan di sejumlah ruas jalan strategis.

Kepala Dishub Kota Malang, Wijaya, Kamis (9/7/2026), mengatakan rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan agar kegiatan berjalan aman dan tertib, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan meski kawasan pusat kota menjadi lokasi kegiatan.

“Pengaturan lalu lintas ini dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan sekaligus menjaga mobilitas masyarakat tetap berjalan. Kami mengimbau masyarakat yang akan melintas di kawasan Alun-Alun Merdeka agar menggunakan jalur alternatif serta mematuhi arahan petugas di lapangan,” ujar Wijaya.

Menurut Wijaya, Dishub akan berkoordinasi dengan kepolisian, Satpol PP, dan instansi terkait dalam melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas. Petugas akan ditempatkan di sejumlah simpang dan titik pengalihan arus untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan.

Dalam skema rekayasa lalu lintas tersebut, Jalan Merdeka Barat dan Jalan Merdeka Selatan akan dialihkan sementara selama kegiatan berlangsung. Kendaraan dari arah Jalan Arif Rahman Hakim maupun Jalan Basuki Rahmat akan diarahkan menuju jalur alternatif agar tidak memasuki area utama kegiatan di sekitar Alun-Alun Merdeka.

Selain itu, arus kendaraan akan diatur melalui sejumlah ruas jalan seperti Jalan Basuki Rahmat, Jalan MGR Sugiyopranoto, Jalan SW Pranoto, Jalan KH Agus Salim, hingga Jalan Arif Rahman Hakim untuk mengurai potensi kepadatan di pusat kota.

Tidak hanya rekayasa arus kendaraan, Dishub Kota Malang juga telah menyiapkan sistem kantong parkir berdasarkan kategori tamu undangan.

Untuk tamu VVIP, lokasi parkir disiapkan di Jalan Merdeka Barat, yang diperuntukkan bagi pejabat pemerintah pusat, Gubernur Jawa Timur, kepala daerah, serta unsur Forkopimda Malang Raya. Sementara parkir VIP berada di Jalan Merdeka Selatan bagi kepala OPD dan para camat.

Sedangkan peserta kegiatan akan diarahkan menuju sejumlah lokasi parkir, di antaranya Jalan Basuki Rahmat, Gedung Parkir Kayutangan, Tareko, Jalan KH Agus Salim, Jalan SW Pranoto, serta beberapa ruas yang telah ditentukan.

Untuk masyarakat umum, Dishub menyiapkan kantong parkir di Jalan Merdeka Timur dan kawasan Kantor Pos agar aktivitas warga tetap berjalan tanpa terjadi penumpukan kendaraan di sekitar lokasi acara.

Wijaya menjelaskan, pembagian kantong parkir tersebut menjadi bagian dari strategi pengendalian lalu lintas agar kendaraan tidak terkonsentrasi pada satu titik.

“Kami berharap masyarakat dapat menyesuaikan waktu perjalanan dan memilih jalur alternatif apabila tidak memiliki kepentingan di kawasan Alun-Alun Merdeka pada Jumat pagi. Dengan kerja sama seluruh pengguna jalan, kegiatan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan,” katanya.

Dishub Kota Malang juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan rambu-rambu lalu lintas sementara, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta tidak memarkir kendaraan di lokasi yang dilarang selama rekayasa lalu lintas diberlakukan.

Dengan persiapan tersebut, Pemerintah Kota Malang berharap pelaksanaan Pencanangan Gerakan Indonesia Asri dapat berjalan sukses, sementara mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan pusat kota tetap terjaga.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *