Daerah

Hilirisasi Perikanan Jawa Timur Kian Kuat, Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng dari Banyuwangi Perluas Pasar Global

21
×

Hilirisasi Perikanan Jawa Timur Kian Kuat, Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng dari Banyuwangi Perluas Pasar Global

Share this article
Hilirisasi Perikanan Jawa Timur Kian Kuat, Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng dari Banyuwangi Perluas Pasar Global
Pemecahan kendi oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sebagai simbol pemberangkatan 15 Full Container Load (FCL) produk ikan kaleng menuju berbagai negara tujuan ekspor.(foto:sudutkota.id/Humas Pemprov Jatim)

Sudutkota.id – Penguatan hilirisasi industri perikanan di Jawa Timur kembali menunjukkan hasil nyata. Sebanyak 405 ton produk ikan kaleng produksi PT Pacific Harvest Indonesia resmi diberangkatkan menuju berbagai negara tujuan ekspor sebagai bagian dari upaya memperluas pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor perikanan nasional.

Pelepasan ekspor dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Banyuwangi, Senin (6/7/2026), dengan prosesi pemecahan kendi sebagai simbol pemberangkatan 15 Full Container Load (FCL) yang masing-masing membawa sekitar 27 ton produk ikan kaleng.

Produk yang diekspor terdiri atas sarden, makarel, dan tuna yang dikirim ke sejumlah negara, antara lain Tanzania, Uni Emirat Arab (UAE), Albania, Lebanon, Kamboja, serta beberapa tujuan ekspor lainnya sesuai jaringan distribusi perusahaan.

Menurut Khofifah, ekspor tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya daya saing industri pengolahan hasil perikanan Jawa Timur, tetapi juga menjadi indikator bahwa kepercayaan pasar internasional terhadap produk olahan Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

“Di tengah berbagai tantangan geopolitik dunia, kebutuhan terhadap produk pangan siap saji justru mengalami peningkatan. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi industri pengolahan hasil perikanan Indonesia untuk terus memperluas pasar ekspor,” kata Khofifah.

Ia berharap volume ekspor PT Pacific Harvest Indonesia terus meningkat sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Banyuwangi yang menjadi salah satu sentra industri pengolahan hasil laut.

Lebih jauh, Khofifah menilai momentum ekspor ini semakin bermakna karena berlangsung setelah beroperasinya PT Sunrise Masami International, perusahaan yang memproduksi kemasan kaleng di Banyuwangi. Kehadiran industri tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat rantai pasok sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan kemasan impor.

Selama ini, kebutuhan kaleng untuk berbagai produk industri makanan dan minuman, termasuk ikan kaleng, masih banyak dipenuhi dari luar negeri. Dengan hadirnya industri kemasan di Banyuwangi, rantai produksi diharapkan menjadi lebih efisien sekaligus meningkatkan daya saing produk ekspor.

“Ini merupakan kabar baik karena industri substitusi impor mulai tumbuh di Banyuwangi. Setiap investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, penguatan hilirisasi melalui proses mulai dari penangkapan hasil laut, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran menjadi strategi penting dalam meningkatkan nilai tambah produk perikanan Indonesia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *