Olahraga

Wali Kota Cup Jadi Ujian Serius PTMSI Kota Malang, Wahyu Hidayat: Jangan Hanya Latihan, Prestasi Harus Dibuktikan di Meja Pertandingan

15
×

Wali Kota Cup Jadi Ujian Serius PTMSI Kota Malang, Wahyu Hidayat: Jangan Hanya Latihan, Prestasi Harus Dibuktikan di Meja Pertandingan

Share this article
Wali Kota Cup Jadi Ujian Serius PTMSI Kota Malang, Wahyu Hidayat: Jangan Hanya Latihan, Prestasi Harus Dibuktikan di Meja Pertandingan
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama jajaran pengurus PTMSI Kota Malang, Disporapar, ofisial dan peserta usai membuka Turnamen Wali Kota Cup Tenis Meja 2026 yang menjadi ajang pencarian bibit atlet menuju Porprov Jawa Timur 2027.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Turnamen Wali Kota Cup Tenis Meja 2026 bukan sekadar ajang kompetisi rutin. Pemerintah Kota Malang menjadikannya sebagai momentum evaluasi pembinaan atlet sekaligus langkah awal menyiapkan kekuatan menghadapi Porprov Jawa Timur 2027.

Pesan itu disampaikan langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat membuka turnamen yang digelar PTMSI Kota Malang, Minggu (5/7/2026). Menurutnya, latihan selama berbulan-bulan tidak akan memiliki nilai jika tidak dibuktikan melalui kompetisi.

“Selama ini para atlet sudah berlatih. Sekarang saatnya membuktikan hasil latihan itu. Kompetisi menjadi tolok ukur sejauh mana kemampuan, keterampilan, dan perkembangan atlet. Dari sini kita bisa melihat siapa yang benar-benar siap membawa nama Kota Malang,” tegas Wahyu.

Ia menegaskan, Wali Kota Cup menjadi tahapan awal dalam proses seleksi atlet tenis meja Kota Malang. Atlet yang menunjukkan performa terbaik akan diproyeksikan mengikuti kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Timur pada November mendatang sebelum dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 di Surabaya.

Menurut Wahyu, sistem pembinaan olahraga harus berjalan berjenjang. Kompetisi lokal menjadi dasar untuk menyaring atlet, kemudian naik ke tingkat provinsi hingga akhirnya mewakili Kota Malang pada ajang resmi.

“Kalau hanya latihan tanpa pertandingan, kita tidak akan pernah tahu kemampuan atlet yang sebenarnya. Karena itu kompetisi seperti ini harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar pembinaan memiliki arah yang jelas,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat pertandingan, mulai dari pengurus PTMSI, pelatih, wasit hingga para pembina yang selama ini tetap konsisten membina atlet meski prestasi tenis meja Kota Malang belum maksimal dalam beberapa tahun terakhir.

Wahyu mengakui capaian tenis meja Kota Malang pada event sebelumnya belum sesuai harapan. Namun ia meminta semua pihak tidak terus terjebak pada kegagalan masa lalu.

“Kita tidak perlu melihat ke belakang. Yang penting sekarang bagaimana membangun kekuatan baru. Saya optimistis dengan kepengurusan PTMSI yang baru, pembinaan atlet akan semakin baik dan mampu menghasilkan prestasi untuk Kota Malang pada Porprov 2027,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi menyebut penyelenggaraan Wali Kota Cup menjadi angin segar bagi pembinaan cabang olahraga tenis meja yang selama ini belum mampu bersaing secara maksimal.

Menurutnya, turnamen perdana yang digelar kepengurusan PTMSI Kota Malang yang baru merupakan langkah konkret untuk menemukan atlet-atlet potensial sejak usia dini.

“Kami sangat mengapresiasi PTMSI Kota Malang karena berhasil menyelenggarakan Wali Kota Cup untuk pertama kalinya. Ini menjadi awal yang sangat baik dalam membangun pembinaan atlet tenis meja yang lebih terarah,” ujar Baihaqi.

Ia menilai target utama saat ini bukan sekadar mengejar medali, melainkan membangun fondasi pembinaan yang kuat melalui pencarian bibit atlet berbakat.

“Kita tadi melihat sendiri ada atlet yang masih usia taman kanak-kanak tetapi sudah memiliki kemampuan yang luar biasa. Kalau pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, saya optimistis mereka bisa berkembang menjadi atlet profesional yang mampu berprestasi di tingkat regional bahkan nasional,” ungkapnya.

Baihaqi menambahkan, hasil dari Wali Kota Cup nantinya akan menjadi bahan evaluasi bersama PTMSI dan KONI Kota Malang dalam menyusun program pembinaan menuju Porprov 2027.

Turnamen Wali Kota Cup 2026 sendiri diikuti puluhan atlet dari berbagai kelompok usia di Kota Malang. Selain memperebutkan gelar juara, kejuaraan ini juga menjadi ajang pemantauan kemampuan atlet yang akan masuk dalam proyeksi pembinaan jangka panjang.

Melalui kompetisi ini, Pemerintah Kota Malang berharap tenis meja tidak lagi menjadi cabang olahraga pelengkap, tetapi mampu bangkit dan kembali menyumbangkan prestasi bagi daerah pada ajang olahraga tingkat provinsi maupun nasional.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *