Sudutkota.id – Di tengah tekanan tampil di hadapan publik sendiri, pasangan ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani berhasil menjaga harapan tuan rumah di ajang Polytron Indonesia Open 2026.
Bermain di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (4/6/2026), unggulan keenam itu sukses menyingkirkan wakil China, Huang Di/Liu Yang, lewat pertarungan tiga gim yang menguras energi dan mental.
Kemenangan 21-15, 15-21, 21-17 mengantarkan Sabar/Reza ke babak perempat final sekaligus memperpanjang napas Indonesia di sektor ganda putra.
Namun lebih dari sekadar hasil, laga tersebut memperlihatkan satu hal penting, kemampuan pasangan Indonesia bertahan di bawah tekanan ketika momentum sempat berpindah ke kubu lawan.
Pada gim pertama, Sabar/Reza tampil dominan dengan permainan agresif yang mampu meredam serangan pasangan China. Namun situasi berubah drastis pada gim kedua. Huang/Liu menemukan celah dan memaksa wakil Indonesia keluar dari ritme permainan terbaiknya.
Ketika pertandingan memasuki gim penentuan, duel berlangsung dalam tensi tinggi. Kejar-mengejar angka tak terhindarkan. Di tengah tekanan itu, ketenangan menjadi pembeda. Dukungan ribuan penonton Istora akhirnya menjadi energi tambahan yang membantu Sabar/Reza mengunci kemenangan dan mengamankan tiket perempat final.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari catatan positif wakil Indonesia di hari kedua turnamen. Di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani menunjukkan mentalitas pantang menyerah setelah bangkit dari kekalahan gim pertama untuk menundukkan wakil Kanada, Michelle Li, dengan skor 12-21, 21-18, 21-16.
Sektor ganda putri bahkan tampil lebih menjanjikan. Tiga pasangan Merah Putih berhasil melaju ke babak berikutnya.
Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menyingkirkan pasangan Hong Kong, sementara Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum mengatasi perlawanan wakil Amerika Serikat.
Kejutan terbesar datang dari Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang berhasil menumbangkan unggulan ketujuh asal Taiwan setelah tertinggal lebih dulu pada gim pembuka.
Namun hasil positif tersebut belum sepenuhnya menutupi persoalan yang masih membayangi bulu tangkis Indonesia. Sektor ganda campuran kembali gagal berbicara banyak setelah dua wakil Indonesia harus tersingkir oleh pasangan-pasangan China.
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah tak mampu mengimbangi kekuatan Guo Xin Wa/Chen Fang Hui. Sementara Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil memang memberikan perlawanan sengit kepada unggulan pertama Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, tetapi akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dalam laga tiga gim.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa dominasi China masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia, terutama di sektor-sektor yang selama beberapa tahun terakhir belum menunjukkan konsistensi prestasi di level elite dunia.
Indonesia memang masih memiliki sejumlah wakil yang menjaga asa juara di kandang sendiri. Namun perjalanan menuju podium tertinggi masih panjang.
Keberhasilan Sabar/Reza dan para wakil lainnya di babak awal harus menjadi modal untuk menjawab ekspektasi publik, sekaligus membuktikan bahwa bulu tangkis Indonesia belum kehilangan daya saing di tengah ketatnya persaingan dunia.




















