Sudutkota.id – Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Irma Suryani, mengkritik masih terbatasnya rumah sakit yang dapat memberikan layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) melalui skema BPJS Kesehatan.
Kondisi itu dinilai memperlihatkan bahwa penguatan layanan pencegahan penyakit jantung belum menjadi perhatian utama dalam sistem kesehatan nasional.
Sorotan tersebut disampaikan Irma saat mengikuti kunjungan kerja BURT DPR RI ke RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026). Menurut dia, keberadaan Cath Lab tidak hanya berfungsi untuk tindakan medis ketika pasien sudah mengalami gangguan jantung, tetapi juga berperan penting dalam deteksi dini dan upaya pencegahan.
“Padahal Cath Lab merupakan salah satu alat yang juga dapat menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif dalam menangani penyakit jantung,” kata Irma.
Politikus Partai NasDem itu mengungkapkan, persoalan kerja sama antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan bukan lagi kasus yang berdiri sendiri. Ia mengaku menerima banyak keluhan dari sejumlah rumah sakit di berbagai daerah yang hingga kini belum dapat bermitra dengan BPJS untuk menyediakan layanan Cath Lab.
“Nanti saya akan menyampaikan persoalan ini. Sudah banyak rumah sakit yang menyampaikan kepada saya bahwa mereka belum dapat bekerja sama dengan BPJS,” ujarnya.
Menurut Irma, keterbatasan akses terhadap layanan Cath Lab berpotensi menghambat pemerataan pelayanan kesehatan jantung, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada jaminan kesehatan nasional. Akibatnya, pasien kerap baru memperoleh penanganan ketika kondisi penyakit sudah memburuk dan membutuhkan tindakan yang lebih kompleks serta berbiaya tinggi.
Ia menilai arah kebijakan kesehatan nasional masih terlalu bertumpu pada pendekatan kuratif dibandingkan pencegahan. Padahal, investasi pada deteksi dini dan layanan preventif diyakini lebih efektif menekan angka kesakitan sekaligus mengurangi beban pembiayaan kesehatan dalam jangka panjang.
“Sementara saat ini pendekatan kuratif masih jauh lebih besar dibandingkan preventif. Jika upaya preventif tidak diperkuat, maka kebutuhan terhadap layanan kuratif akan terus meningkat,” pungkasnya.
Irma meminta pemerintah bersama BPJS Kesehatan mengevaluasi mekanisme kerja sama dengan rumah sakit agar layanan Cath Lab dapat diakses lebih luas. Menurutnya, perluasan fasilitas tersebut bukan sekadar meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menekan tingginya angka penyakit jantung yang masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia.




















