Sudutkota.id – Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. dra. Sri Untari Bisowarno M.A.P menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur yang dinakhodai oleh Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M.
Menurut politisi PDI-P tersebut, beberapa waktu yang lalu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, dan dirinya yang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, melepas keberangkatan 4.690 siswa SMK bekerja di luar negeri.
“Jadi yang pertama kita memang mendorong supaya muncul pemikiran untuk SMK, supaya lulusan SMK itu tidak menjadi penyumbang bagi pengangguran terbuka. Dari situ kita menyarankan pada dinas pendidikan untuk membuat program-program yang bisa membuat anak SMK itu bisa langsung bekerja. Ternyata di Kementerian ada program 3 + 1. 3 tahun sekolah 1 tahun kursus,” terang wanita cantik berhijab yang selalu tampil penuh energi ini.
“Nah ternyata ada 9,1 juta lapangan pekerjaan di luar negeri yang bisa diakses, untuk itu kemudian pemerintah provinsi Jawa Timur menghubungi Kementerian. Terjadilah diskusi, kemudian muncullah program ini. Jadi ini Fifty-Fifty, dari Kementerian 50 persen dari kita 50 persen untuk membiayai 1 tahun kursus pembekalan bekerja di luar negeri,” sambungnya.
Untari menuturkan, bagi siswa SMK setelah selesai dan lulus, dibuka pendaftaran secara online bagi mereka yang berkeinginan bekerja di luar negeri.
Di tempat kursus tersebut, selain diajari bahasa di negara mana mereka memilih untuk bekerja, mereka juga diajari teknik-teknik pelatihan pekerjaan apa saja yang mereka inginkan.
“Setelah lulus, mereka mendapatkan sertifikat keahlian yang mereka pelajari saat mengikuti kursus selama setahun itu. Semua dibiayai pemerintah, cuma memang melalui seleksi secara online. Nah kita sudah memberangkatkan 4.690 anak ke luar negeri, ke 18 negara. Ada Turki, China, Jepang, Korea Selatan, Dubai, Australia, Bulgaria, Belanda dan Jerman,” tandasnya.
Untari menambahkan, sebelum berangkat bekerja di luar negeri, anak-anak lulusan SMK ini diberikan formulir, apakah tujuan bekerja di luar negeri tersebut untuk magang atau bekerja secara permanen. Kedua pilihan tersebut tetap mendapatkan gaji sesuai kontrak yang disepakati.




















