Daerah

Ketua DPRD Jember Pilih Duduk Bersama Mahasiswa saat Suarakan Empat Tuntutan

46
×

Ketua DPRD Jember Pilih Duduk Bersama Mahasiswa saat Suarakan Empat Tuntutan

Share this article
Ketua DPRD Jember Pilih Duduk Bersama Mahasiswa saat Suarakan Empat Tuntutan
Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim (kemeja Putih), beserta beberapa ketua fraksi saat menemui demo mahasiswa (foto:sudutkota.id/adr)

Sudutkota.id – Aksi demonstrasi yang digelar gabungan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jember dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jember di sekitar Bundaran DPRD Kabupaten Jember, Senin (15/6/2026), berlangsung dengan damai.

Dalam aksi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Jember H. Ahmad Halim bersama sejumlah anggota dewan turun langsung menemui massa dan duduk bersama para demonstran untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan.

Aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak yang dilakukan mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia. Di Jember, aksi melibatkan berbagai organisasi mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Jember dan Cipayung Plus Kabupaten Jember.

“Gerakan ini datang dari kawan-kawan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jember bersama Cipayung Kabupaten Jember yang meliputi PMII, GMNI, IMM, dan HMI. Ada empat ikatan Cipayung yang terlibat dalam aksi hari ini,” ujar Koordinator Lapangan Aksi dari Cipayung Plus, Alfin Maulana, Senin (15/6/2026).

Menurut Alfin, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap sejumlah persoalan nasional yang dinilai berdampak langsung kepada masyarakat. Oleh karena itu, massa aksi membawa empat tuntutan utama yang ditujukan kepada Pemerintah Pusat dan DPR RI.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, mahasiswa menilai terdapat sejumlah persoalan nasional yang perlu segera mendapatkan perhatian pemerintah. Mereka menyebut tuntutan tersebut lahir dari kondisi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari persoalan ekonomi hingga isu demokrasi dan ruang sipil.

Adapun empat tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut meliputi penghentian krisis ekonomi dan kegagalan fiskal negara melalui penurunan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), realokasi anggaran serta evaluasi tata kelola program prioritas pemerintah, revisi Undang-Undang Polri disertai penghentian kriminalisasi dan tindakan represif aparat kepolisian, serta revisi Undang-Undang TNI dan penghentian praktik militerisme di ruang sipil.

Mahasiswa menilai tingginya harga kebutuhan pokok dan BBM menjadi beban yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah mengevaluasi berbagai program prioritas nasional agar anggaran negara lebih difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Dalam tuntutan lainnya, mahasiswa juga menyoroti sejumlah pasal dalam UU Polri yang dinilai berpotensi menimbulkan multitafsir dan membuka ruang kriminalisasi terhadap aktivis maupun masyarakat sipil. Mereka juga mendesak adanya evaluasi terhadap UU TNI agar tidak memperluas praktik militerisme dalam kehidupan sipil.

Setelah menyampaikan orasi, mahasiswa menyerahkan dokumen tuntutan kepada DPRD Kabupaten Jember untuk diteruskan kepada pemerintah pusat.

Ketua DPRD Kabupaten Jember, H. Ahmad Halim yang menerima langsung aspirasi tersebut menyampaikan bahwa DPRD menghormati hak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum dan siap menjalankan fungsi kelembagaannya untuk meneruskan aspirasi tersebut.

“DPRD Kabupaten Jember menerima aspirasi dari BEM dan Cipayung Plus. Mereka menyuarakan isu-isu nasional yang ada di Pemerintahan Republik Indonesia. Ada empat tuntutan yang diaspirasikan dan disampaikan kepada kami untuk diteruskan kepada pemerintah pusat,” kata Ahmad Halim.

Ia menjelaskan bahwa DPRD Kabupaten Jember merupakan lembaga perwakilan rakyat di tingkat daerah yang memiliki kewajiban untuk menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah yang berwenang.

“Sesuai dengan kewenangan, tugas dan fungsi kami sebagai lembaga perwakilan di tingkat daerah, tuntutan-tuntutan ini akan kami teruskan kepada pemerintah pusat, DPR RI, maupun Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.

Halim juga menyebut bahwa aksi yang berlangsung di Jember merupakan bagian dari gerakan mahasiswa yang digelar secara serentak di berbagai daerah di Indonesia dengan substansi tuntutan yang hampir sama.

“Untuk kita ketahui bersama, hari ini hampir di seluruh Indonesia serentak mengadakan aksi yang tidak jauh berbeda atau serupa,” imbuhnya.

Tentu saja, momen ketika Ketua DPRD bersama sejumlah anggota dewan turun dari gedung DPRD dan memilih duduk bersama mahasiswa di lokasi aksi menjadi perhatian peserta demonstrasi.

Dialog terbuka yang berlangsung di tengah massa aksi tersebut menciptakan suasana yang kondusif dan menjadi ruang komunikasi langsung antara mahasiswa dengan para wakil rakyat.

Setelah menyampaikan aspirasi dan melakukan dialog dengan pimpinan DPRD Kabupaten Jember, massa aksi membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan aparat keamanan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *