Daerah

Wahyu Hidayat Targetkan Jalan Gadang–Bumiayu Tuntas 150 Hari, Drainase Jadi Fokus Awal

30
×

Wahyu Hidayat Targetkan Jalan Gadang–Bumiayu Tuntas 150 Hari, Drainase Jadi Fokus Awal

Share this article
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau dimulainya proyek penataan Jalan Gadang–Bumiayu, Senin (15/6/2026). (Foto: Sudutkota.id/MIT)

Sudutkta.id – Penantian panjang warga terkait penataan koridor Jalan Gadang–Bumiayu akhirnya memasuki tahap pelaksanaan. Pemerintah Kota Malang resmi memulai proyek perbaikan dan penataan kawasan tersebut pada Senin (15/6/2026), dengan target penyelesaian dipercepat dalam waktu 150 hari.

Proyek yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Malang ini diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan klasik di kawasan Pasar Gadang, mulai dari kemacetan, kerusakan jalan, genangan air saat hujan, hingga semrawutnya aktivitas perdagangan di tepi jalan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan penataan Jalan Gadang–Bumiayu merupakan tindak lanjut dari relokasi dan penataan Pasar Gadang yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

“Mulai hari ini pekerjaan Jalan Gadang–Bumiayu resmi dimulai. Ini untuk memperlancar akses dari Gadang, perempatan Pasar Gadang hingga Bumiayu, sekaligus menindaklanjuti penataan pasar yang selama ini dikeluhkan masyarakat,” ujar Wahyu.

Menurutnya, Surat Perintah Kerja (SPK) proyek telah ditandatangani dan masa pelaksanaan sesuai kontrak ditetapkan selama 172 hari kalender.

Namun, Pemkot Malang meminta pihak pelaksana mempercepat pekerjaan agar dapat selesai dalam waktu 150 hari, sehingga masih tersedia waktu sekitar 22 hari untuk evaluasi dan penyempurnaan.

“Apabila nanti ada pekerjaan yang belum beres, masih ada interval waktu untuk menyelesaikannya. Kami berharap akhir November 2026 seluruh pekerjaan sudah tuntas,” katanya.

Wahyu menjelaskan, pekerjaan pertama yang akan dilakukan adalah pembangunan dan normalisasi saluran drainase di sepanjang koridor Jalan Gadang–Bumiayu.

Drainase baru tersebut akan dibangun dengan dimensi lebar satu meter dan kedalaman satu meter guna meningkatkan kapasitas aliran air serta mengurangi potensi genangan yang selama ini kerap menyebabkan kerusakan jalan.

“Pekerjaan pertama adalah membenahi saluran drainase terlebih dahulu. Setelah drainase selesai, baru kita mulai mengaspal jalan,” tegasnya.

Perbaikan sistem drainase dinilai menjadi langkah krusial mengingat kawasan Pasar Gadang selama ini kerap mengalami genangan saat hujan deras akibat kapasitas saluran yang tidak memadai.

Setelah drainase selesai, proyek akan dilanjutkan dengan pengaspalan jalan, pembangunan median, pemasangan pagar pembatas, penataan akses pasar, hingga perbaikan jembatan.

Selama proses pembangunan berlangsung, arus lalu lintas di sekitar Pasar Gadang dipastikan akan mengalami gangguan.

Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup jalan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan.

Wahyu mengakui ketidaknyamanan selama masa konstruksi tidak bisa dihindari, terutama bagi pengguna jalan yang setiap hari melintasi koridor Gadang–Bumiayu.

“Kami berharap masyarakat yang menggunakan jalan di depan Pasar Gadang dapat memahami kondisi ini. Selama pekerjaan berlangsung pasti ada gangguan karena dilakukan sistem buka-tutup jalan,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat tidak bereaksi berlebihan terhadap potensi kemacetan sementara karena proyek tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan akses jalan yang lebih baik.

“Setelah November nanti, insyaallah semuanya selesai dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” imbuhnya.

Salah satu fokus utama proyek ini adalah mengembalikan fungsi Jalan Gadang sebagai jalur lalu lintas utama, bukan sebagai area transaksi jual beli.

Selama ini, praktik belanja langsung dari kendaraan atau “drive-thru” di tepi jalan menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di kawasan Pasar Gadang.

Untuk mengatasinya, Pemkot Malang akan memasang pagar BRC dan pembatas beton pracetak (precast) di sepanjang koridor jalan.

Pembatas tersebut dirancang lebih tinggi agar kendaraan tidak bisa berhenti sembarangan di pinggir jalan.

“Nanti tidak boleh ada kendaraan berhenti di sepanjang jalan untuk berbelanja. Kalau ingin membeli, masyarakat harus parkir di area yang sudah disediakan dan masuk ke dalam pasar,” tegas Wahyu.

Selain itu, area median dan pembatas jalan juga akan dilengkapi pot tanaman untuk mencegah pedagang kembali meluas ke badan jalan.

Menurut Wahyu, langkah tersebut penting agar fungsi jalan tetap terjaga dan aktivitas perdagangan dapat berlangsung lebih tertib.

Selain memperbaiki infrastruktur dasar, Pemerintah Kota Malang juga akan mempercantik koridor Jalan Gadang–Bumiayu melalui pembangunan median hijau.

Median akan dibangun tepat di bawah jalur tiang listrik dan dilengkapi tanaman hias seperti pucuk merah untuk menciptakan suasana yang lebih asri dan teduh.

Tak hanya itu, akses menuju area pasar di sisi utara juga akan diperkuat melalui pembangunan jalan penghubung atau jalan sirip.

Keberadaan jalan sirip tersebut diharapkan mampu memperlancar akses kendaraan menuju area pasar tanpa mengganggu arus utama lalu lintas.

Perbaikan jembatan yang berada di koridor tersebut juga masuk dalam paket pekerjaan.

Dengan penataan menyeluruh ini, Pemkot Malang berharap kawasan Pasar Gadang dapat berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi yang lebih modern, tertib, dan nyaman.

“Kami ingin kawasan ini menjadi lebih indah, lebih tertib, tidak ada kemacetan, tidak ada bau, jalannya tidak rusak lagi, dan akses dari Gadang sampai Bumiayu semakin lancar,” pungkas Wahyu.

Proyek penataan Jalan Gadang–Bumiayu menjadi ujian penting bagi Pemerintah Kota Malang dalam menjawab keluhan masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan kemacetan dan semrawutnya kawasan Pasar Gadang.

Keberhasilan proyek ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembangunan fisik, tetapi juga konsistensi pemerintah dalam menjaga ketertiban kawasan setelah penataan selesai dilakukan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *