Daerah

Burger Singkong Berprotein Tinggi Curi Perhatian Dudung, Dapur MBG Prokids Malang Siap Jadi Contoh Nasional

27
×

Burger Singkong Berprotein Tinggi Curi Perhatian Dudung, Dapur MBG Prokids Malang Siap Jadi Contoh Nasional

Share this article
Burger Singkong Berprotein Tinggi Curi Perhatian Dudung, Dapur MBG Prokids Malang Siap Jadi Contoh Nasional
Kepala Staf Presiden RI, Dudung Abdurachman, didampingi Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat meninggalkan lokasi Dapur Yayasan Prokids Anak Indonesia di Sawojajar, Kota Malang, usai melakukan peninjauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (12/6/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Kunjungan Kepala Staf Presiden (KSP) RI, Dudung Abdurachman, ke Dapur Yayasan Prokids Anak Indonesia di Sawojajar, Kota Malang, Jumat (12/6/2026), menghadirkan kejutan menarik.

Bukan hanya sistem dapur yang higienis dan modern yang mendapat pujian, tetapi juga inovasi menu berupa burger berbahan dasar singkong dengan kandungan protein tinggi yang sukses mencuri perhatian mantan Panglima Kostrad tersebut.

Dudung mengaku sengaja datang untuk memastikan langsung kualitas dapur pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini banyak mendapat laporan positif. Hasilnya, ia menilai Dapur Prokids telah memenuhi standar tinggi yang diharapkan pemerintah pusat.

“Saya melihat langsung mulai dari sistem masuk, proses memasak, penyajian makanan, hingga pengawasan seluruh aktivitas dapur. Semuanya berjalan sangat baik, higienis, dan sesuai standar yang diharapkan Bapak Presiden,” ujar Dudung kepada awak media.

Menurutnya, akses ke area dapur dibatasi secara ketat demi menjaga kebersihan dan keamanan pangan. Seluruh petugas juga diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar selama proses produksi berlangsung.

Namun perhatian Dudung tertuju pada salah satu menu yang disiapkan bagi penerima manfaat MBG, yakni burger berbahan singkong yang dipadukan dengan mikroprotein hasil fermentasi jamur.

“Kalau anak-anak di rumah sudah makan nasi, mereka diberikan alternatif menu seperti burger. Menariknya burger ini bukan berbahan daging, tetapi singkong dan mikroprotein fermentasi jamur. Rasanya sangat enak, bahkan menurut saya lebih enak daripada daging,” ungkapnya.

Tak hanya soal rasa, Dudung menyebut kandungan protein dalam menu tersebut juga sangat tinggi sehingga dinilai mampu mendukung kebutuhan gizi anak-anak dalam masa pertumbuhan.

Selain inovasi menu, Dudung juga mengapresiasi sistem digital yang diterapkan dalam pengelolaan dapur. Mulai dari proses belanja bahan baku, aktivitas karyawan, produksi makanan, hingga distribusi dapat dipantau secara menyeluruh melalui sistem monitoring yang terintegrasi.

“Kalau ada penyimpangan bisa langsung diketahui. Pengelolaan limbah dan IPAL juga sudah modern. Dengan sistem seperti ini saya yakin risiko keracunan makanan bisa ditekan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Atas berbagai keunggulan tersebut, Dudung berencana menyampaikan hasil peninjauan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar konsep yang diterapkan Dapur Prokids dapat menjadi referensi bagi dapur-dapur MBG lainnya di Indonesia.

“Saya akan membawa hasil peninjauan ini ke Jakarta dan menyampaikan kepada Kepala BGN. Dapur seperti ini sangat layak menjadi standar atau percontohan bagi dapur MBG di daerah lain,” katanya.

Dudung menegaskan, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertujuan menyediakan makanan bagi anak-anak sekolah, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Pesan Bapak Presiden jelas, program ini bukan sekadar memberi makan. Yang paling penting adalah memastikan anak-anak mendapatkan gizi terbaik sehingga tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap pelaksanaan Program MBG di Kota Malang. Menurutnya, penguatan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.

Saat ini, tercatat 87 SPPG telah beroperasi di Kota Malang. Namun enam di antaranya masih menjalani penghentian sementara karena perlu melakukan penyesuaian teknis, terutama terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Dengan kewenangan yang lebih luas, kami bisa melakukan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi secara lebih intensif agar seluruh SPPG memenuhi standar yang ditetapkan,” ujar Wahyu.

Ia berharap seluruh SPPG di Kota Malang dapat segera memenuhi persyaratan yang berlaku sehingga Program Makan Bergizi Gratis mampu berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi anak-anak.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *