Nasional

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim Soroti Kasus HIV Jatim Duduki Peringkat Kedua di Indonesia

12
×

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim Soroti Kasus HIV Jatim Duduki Peringkat Kedua di Indonesia

Share this article
Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni saat berada di ruang rapat paripurna. (Foto: Aspri)

Sudutkota.id – Data terbaru Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa pada 2025 diperkirakan terdapat sekitar 564.000 orang hidup dengan HIV (ODHIV) di Indonesia. Namun hingga Maret 2025, baru sekitar 356.638 orang atau 63 persen yang mengetahui statusnya.

Dari mereka yang telah teridentifikasi, hanya 67 persen yang menjalani terapi antiretroviral (ARV), dan sekitar 55 persen yang berhasil mencapai supresi virus.

Dengan kata lain, hampir separuh penderita HIV di Indonesia masih berada di luar sistem pengobatan yang optimal. Situasi ini menjelaskan mengapa Indonesia saat ini menempati peringkat ke-14 dunia dalam jumlah orang hidup dengan HIV dan peringkat ke-9 untuk infeksi baru HIV.

Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan HIV bukan lagi isu kesehatan yang berada di pinggiran agenda pembangunan nasional.

Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim Sri Wahyuni merasa prihatin terhadap penyebaran virus HIV yang kian pesat. Setiap tahun kasus HIV semakin meningkat. Bahkan saat ini kasus HIV Jawa Timur menduduki peringkat kedua di Indonesia.

“Kasus HIV di Jawa Timur yang masih menempati urutan kedua tertinggi secara nasional menjadi perhatian serius bagi kita semua. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan, edukasi, deteksi dini, dan pengobatan masih perlu diperkuat secara berkelanjutan,” terang politisi partai Demokrat tersebut pada jum’at (12/6/2026).

Menurut wanita cantik berhijab yang selalu tampil cool ini, HIV/AIDS bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, hingga keluarga.

“Yang terpenting saat ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini, menghilangkan stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), serta memastikan akses layanan kesehatan dan terapi antiretroviral (ARV) tersedia secara merata. Dengan kolaborasi yang kuat, kita berharap angka kasus baru dapat ditekan dan kualitas hidup para penyandang HIV/AIDS semakin baik,” sambungnya.

Sri Wahyuni menyebutkan bahwa dari sisi kebijakan, perlu adanya penguatan anggaran, program edukasi kesehatan reproduksi, skrining kelompok berisiko, serta dukungan terhadap fasilitas kesehatan agar layanan pencegahan dan penanganan HIV/AIDS semakin efektif.

“Ini merupakan investasi penting untuk melindungi generasi produktif dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *