Daerah

Normalisasi Afvour Dero Capai 2.290 Meter, PUPR Jombang Optimalkan DAS Watudakon

20
×

Normalisasi Afvour Dero Capai 2.290 Meter, PUPR Jombang Optimalkan DAS Watudakon

Share this article
Normalisasi Afvour Dero Capai 2.290 Meter, PUPR Jombang Optimalkan DAS Watudakon
Kegiatan normalisasi afvour dero oleh Dinas PUPR Jombang.(foto:sudutkota.id/lok)

Sudutkota.idPemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat normalisasi Afvour Dero sebagai upaya mengantisipasi banjir sekaligus menjaga kelancaran sistem irigasi pertanian.

Normalisasi saluran yang menjadi bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Watudakon tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air serta mengurangi risiko genangan saat musim hujan.

Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, mengatakan Afvour Dero memiliki peran strategis dalam sistem pengelolaan air di wilayah Kabupaten Jombang. Saluran ini menjadi bagian dari DAS Watudakon yang bermuara ke Afvour Watudakon.

“Afvour Dero memiliki peran penting dalam sistem DAS Watudakon yang bermuara ke Afvour Watudakon. Karena itu, kapasitas saluran harus terus dijaga agar mampu mengalirkan air dengan baik, baik untuk kebutuhan pengairan maupun pembuangan,” kata Bustomi, Rabu (3/6/2026)

Lebih lanjut ia mengatakan program normalisasi Afvour Dero direncanakan sepanjang 4.000 meter yang melintasi Desa Kedungbetik dan Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

“Berdasarkan data Dinas PUPR Jombang, pekerjaan di Desa Kedungbetik telah rampung sepanjang 1.565 meter. Sementara itu, normalisasi di Desa Kedungmlati masih berlangsung dengan progres mencapai 725 meter,” tuturnya.

Untuk mempercepat pengerjaan, Dinas PUPR Jombang mengerahkan alat berat berupa excavator. Alat tersebut digunakan untuk mengeruk sedimentasi, membersihkan vegetasi liar, serta menata ulang penampang saluran agar sesuai dengan kapasitas yang direncanakan.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang, Sultoni, menjelaskan normalisasi saluran bertujuan mengembalikan fungsi Afvour Dero agar mampu menampung dan mengalirkan air secara optimal.

“Selain meningkatkan kapasitas aliran, kegiatan ini juga untuk mengurangi sedimentasi dan mencegah penyempitan saluran yang berpotensi menyebabkan genangan di kawasan permukiman maupun lahan pertanian,” ujarnya.

Menurut Sultoni, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko hidrologis di tengah perubahan pola cuaca yang semakin dinamis.

Dengan kondisi saluran yang bersih dan terawat, aliran air diharapkan lebih lancar sehingga mampu mengurangi beban pada sistem drainase utama.

Dukung Irigasi Pertanian di Jombang

PUPR Jombang menargetkan normalisasi Afvour Dero terus berlanjut hingga seluruh panjang saluran yang direncanakan dapat tertangani.

Melalui program normalisasi DAS Watudakon ini, risiko banjir dan genangan di wilayah hilir diharapkan dapat ditekan.

Selain itu, keberadaan saluran yang berfungsi optimal juga akan mendukung keberlangsungan sistem irigasi pertanian yang menjadi salah satu sektor penopang perekonomian masyarakat Jombang.

“Harapannya, normalisasi ini mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam pengendalian banjir maupun menjaga keberlangsungan sistem irigasi untuk pertanian,” pungkas Sultoni.(ADV)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *