Pemerintahan

Handi Priyanto Resmi Jadi Sekda Semarang, Pengalaman Digitalisasi Pajak di Kota Malang Jadi Sorotan

12
×

Handi Priyanto Resmi Jadi Sekda Semarang, Pengalaman Digitalisasi Pajak di Kota Malang Jadi Sorotan

Share this article
Handi Priyanto Resmi Jadi Sekda Semarang, Pengalaman Digitalisasi Pajak di Kota Malang Jadi Sorotan
Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto (tengah), didampingi Kepala Bidang Pengendalian Pajak, Syarif Hidayat (sebelah kanan), saat mengikuti acara di Balai Kota Malang.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Handi Priyanto, kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, resmi mengemban jabatan sebagai Sekretaris Daerah Kota Semarang.

Handi dilantik oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, pada 18 Mei 2026.

Pelantikan tersebut sekaligus menandai masuknya figur birokrat berpengalaman yang dikenal aktif mendorong transformasi layanan publik berbasis digital di lingkungan pemerintahan daerah.

Sebelum dipercaya menduduki posisi strategis di Kota Semarang, Handi dikenal luas melalui kiprahnya di Pemerintah Kota Malang, terutama saat memimpin Bapenda.

Di bawah kepemimpinannya, penguatan sistem digitalisasi pajak daerah menjadi salah satu program yang dinilai berhasil meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan pendapatan daerah.

Kepala Bidang Pengendalian Pajak Bapenda Kota Malang, Syarif Hidayat, menyebut Handi sebagai sosok birokrat yang memiliki visi kuat dalam menghadapi tantangan fiskal daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.

Menurutnya, tekanan terhadap daerah akibat pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) membuat pemerintah daerah harus lebih inovatif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Karena itu, digitalisasi pelayanan pajak menjadi langkah penting untuk meningkatkan efektivitas birokrasi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

“Digitalisasi bukan hanya soal sistem teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja agar pelayanan publik lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Syarif, Rabu (20/5/2026).

Ia menilai, pendekatan yang dibangun Handi selama memimpin Bapenda Kota Malang berhasil menciptakan pola kerja yang lebih terbuka dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sistem tersebut juga dinilai mampu meminimalkan hambatan administrasi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Selain dikenal fokus pada transformasi digital, Handi juga disebut memiliki gaya kepemimpinan yang komunikatif. Hubungan yang terbuka dengan internal birokrasi maupun media massa dianggap menjadi salah satu faktor penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan.

“Semoga beliau tetap mengedepankan etika dan kemampuan merangkul semua elemen masyarakat. Karena itu yang paling penting dalam birokrasi. Jabatan boleh tinggi, tapi hubungan baik dengan masyarakat dan bawahan harus tetap dijaga,” ungkapnya.

Karier birokrasi Handi Priyanto sendiri terbilang panjang dan lintas sektor. Ia pernah menjabat sebagai lurah, camat, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Perhubungan, Plt Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, hingga Kepala Bapenda Kota Malang sebelum akhirnya dipercaya menjadi Sekda Kota Semarang.

Pengalaman di berbagai sektor pemerintahan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan birokrasi modern, terutama di tengah tuntutan percepatan digitalisasi layanan publik dan penguatan pendapatan daerah berbasis teknologi.

Penunjukan Handi sebagai Sekda Kota Semarang juga menjadi hasil dari proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang berlangsung sejak Februari 2026. Dalam proses tersebut, Handi disebut berhasil meraih nilai tertinggi dibanding kandidat lainnya dari lingkungan Pemerintah Kota Semarang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *