Pemerintahan

358 ASN Kota Malang Pensiun Tahun 2026, BKPSDM Serahkan SK Lebih Awal

3
×

358 ASN Kota Malang Pensiun Tahun 2026, BKPSDM Serahkan SK Lebih Awal

Share this article
358 ASN Kota Malang Pensiun Tahun 2026, BKPSDM Serahkan SK Lebih Awal
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (tengah), didampingi Plt. Kepala BKPSDM Kota Malang, Hendru Martono (sebelah kiri), Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso (sebelah kanan) dan ratusan ASN usai penyerahan SK pensiun serta pembekalan PNS periode Juni–Desember 2026 di Gedung MCC Kota Malang.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.idPemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai mempersiapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menghadapi masa purna tugas sejak dini.

Sebanyak 199 Pegawai Negeri Sipil (PNS) periode pensiun Juni hingga Desember 2026 menerima Surat Keputusan (SK) pensiun dan pembekalan khusus yang digelar di Gedung Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta ratusan ASN yang akan memasuki masa pensiun tahun depan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa pensiun bukan akhir dari pengabdian. Menurutnya, perubahan status dari ASN aktif menjadi pensiunan harus dipersiapkan secara matang agar para pegawai tidak mengalami post power syndrome atau kondisi psikologis akibat kehilangan jabatan dan rutinitas kerja.

“Pembekalan ini penting agar nanti tidak terjadi post power syndrome. Jadi para ASN yang akan memasuki masa pensiun memiliki kesiapan, baik secara mental, sosial, maupun ekonomi,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, pembekalan tersebut juga bertujuan agar para ASN memiliki gambaran jelas tentang kehidupan setelah pensiun, termasuk peluang kegiatan produktif, pengelolaan tabungan pensiun, hingga aktivitas sosial di lingkungan masyarakat.

“Pensiun itu hanya administratif. Bukan berarti pengabdian berhenti. Saya berharap bapak ibu tetap bisa berkegiatan, tetap bermanfaat bagi masyarakat, bahkan bisa menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Menurut Wahyu, banyak ASN yang telah pensiun tetap aktif di berbagai komunitas sosial dan mampu memberikan kontribusi positif melalui pengalaman panjang yang dimiliki selama bertugas di pemerintahan.

Pemkot Malang, kata dia, bahkan membuka peluang agar ASN yang telah pensiun tetap dapat terlibat dalam penguatan birokrasi melalui ruang konsultasi maupun berbagi pengalaman kepada ASN aktif.

“Mereka punya pengalaman luar biasa. Tentu nanti bisa ikut memberi masukan atau konsultasi kepada ASN yang masih aktif, karena birokrasi ini butuh transfer pengalaman,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang, Hendru Martono, mengatakan total ASN Pemerintah Kota Malang yang akan memasuki masa pensiun sepanjang tahun 2026 mencapai 358 orang.

“Kalau keseluruhan ASN Pemkot Malang yang pensiun tahun 2026 sebanyak 358 orang. Sedangkan yang menerima SK pada periode Juni sampai Desember sebanyak 199 orang,” terang Hendru.

Ia menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari berbagai jenjang jabatan, mulai pejabat administrator sebanyak 47 orang, tenaga pelaksana 125 orang, serta pejabat fungsional baik guru maupun non-guru mencapai 145 orang. Selain itu, terdapat pula 38 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang memasuki akhir masa kerja.

Menurut Hendru, penyerahan SK pensiun lebih awal menjadi bentuk komitmen Pemkot Malang untuk membantu ASN mempersiapkan masa purna tugas secara lebih matang, terutama dalam hal administrasi pencairan Tunjangan Hari Tua (THT) dan hak pensiun.

“Alhamdulillah, sekarang SK sudah bisa kami serahkan enam bulan sebelum pensiun. Jadi bapak ibu ASN punya waktu lebih untuk menyiapkan semuanya, termasuk administrasi THT agar pencairan berjalan tepat waktu,” ujarnya.

Ia menambahkan, ASN yang memasuki masa pensiun periode Januari hingga Mei 2026 sebelumnya juga telah menerima SK lebih dahulu.

Dengan pembekalan ini, Pemkot Malang berharap para ASN yang memasuki masa purna tugas tetap mampu menjalani kehidupan secara produktif, sehat, dan aktif di tengah masyarakat, sekaligus tetap memberikan kontribusi melalui pengalaman yang telah dimiliki selama mengabdi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *