Sudutkota.id – Di tengah tingginya volume sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari, Pemerintah Kota Malang mengklaim telah mencatat capaian signifikan dalam pengelolaan sampah.
Bahkan, sebanyak 724,96 ton sampah per hari disebut berhasil dikelola atau setara 99,02 persen dari total timbulan sampah harian.
Data tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, Jumat (15/5/2026).
Menurut Gamaliel, Kota Malang saat ini menghadapi timbulan sampah yang cukup besar, mencapai 732,14 ton per hari atau sekitar 267.230,53 ton per tahun. Jumlah tersebut seiring dengan tingginya aktivitas masyarakat di kota yang memiliki jumlah penduduk mencapai 891.859 jiwa dengan luas wilayah 111,06 kilometer persegi.
Meski demikian, DLH Kota Malang memastikan upaya pengendalian terus berjalan maksimal. Dari total sampah harian tersebut, sekitar 234,33 ton per hari berhasil diolah terlebih dahulu sebelum menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Pengolahan dilakukan melalui berbagai skema, mulai dari TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle), rumah pengolahan kompos, bank sampah unit maupun induk, TPST/ITF, peran sektor informal, hingga kegiatan pengomposan di lingkungan RT/RW.
Sementara itu, sekitar 490,63 ton sampah per hari tetap masuk ke TPA untuk proses lanjutan. Kendati begitu, angka pengelolaan yang hampir menyentuh 100 persen disebut menjadi indikator bahwa sistem penanganan sampah di Kota Malang semakin membaik.
“Ini bukan hanya soal teknis pengangkutan sampah atau pembuangan akhir. Sampah adalah tanggung jawab kolektif. Kalau masyarakat ikut memilah dari rumah, mengurangi sampah plastik, dan aktif di bank sampah, dampaknya akan sangat besar,” kata Gamaliel.
Ia menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, DLH terus mendorong perubahan perilaku warga agar lebih sadar terhadap pentingnya pengurangan sampah dari sumber.
“Kalau semua bergerak bersama, mulai rumah tangga, sekolah, komunitas sampai pelaku usaha, maka beban sampah di Kota Malang bisa ditekan lebih efektif. Lingkungan bersih bukan hanya tugas pemerintah,” tegasnya.
Pemerintah Kota Malang juga terus memperkuat berbagai inovasi pengelolaan berbasis masyarakat sebagai langkah menjaga kebersihan kota sekaligus mengurangi ketergantungan pada TPA.




















