Sudutkota.id – Perkembangan Kabupaten Jember dalam beberapa waktu terakhir mulai mendapat perhatian dari kalangan pelaku usaha.
Kemajuan infrastruktur, kemudahan akses transportasi, hingga meningkatnya geliat investasi dinilai menjadi tanda bahwa Jember kini mulai bertransformasi menjadi daerah dengan potensi ekonomi besar di wilayah tapal kuda.
Salah satu yang merasakan dampak dengan kemajuan Jember adalah kalangan pelaku usaha yang bergerak di bidang perhotelan dan penginapan.
Hal ini disampaikan CEO dan Direktur Calli Room, Angga Kusuma Putra, SE, saat diwawancarai Sudutkota.id pada, Senin (11/5/2026).
Angga mengaku sangat mengapresiasi kinerja pemerintahan Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait yang dinilai berhasil membawa perubahan signifikan bagi perkembangan Jember.
“Saya sangat mengapresiasi sekali tentang kinerja pemerintahan Gus Fawait (Bupati Jember Muhammad Fawait, Red). Saat ini, kata dia, Jember sudah berkembang pesat, terutama dengan adanya pengoperasian Bandara Notohadinegoro dan penambahan rute penerbangan seperti Jember–Jakarta, Jember–Bali, dan yang terbaru Jember–Surabaya,” ujar Angga.
Menurutnya, kemudahan akses transportasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan semakin mudahnya akses menuju Jember, peluang masuknya investor juga semakin besar.
“Menurut saya itu sangat membantu sekali untuk perekonomian kita, karena akan banyak investor yang datang ke Jember untuk menanamkan investasinya. Transportasi menuju Jember sekarang lebih dipermudah dan aksesnya juga semakin mudah,” lanjutnya.
Tak hanya sektor transportasi, Angga juga menyoroti sejumlah rencana pengembangan daerah seperti food street hingga pembangunan sirkuit yang diyakini akan memberikan dampak besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
“Ke depannya saya berharap bandara ini bisa lebih maju lagi, diperbesar, dan akses jalannya diperlebar. Dengan adanya pengembangan food street dan juga perencanaan sirkuit, saya percaya beberapa tahun ke depan investasi akan semakin banyak masuk ke Jember dan perekonomian akan berputar lebih kencang, terutama dari sektor swasta,” katanya.
Di sisi lain, Angga juga melihat sektor akomodasi di Jember masih memiliki potensi yang sangat besar. Ia menyebut kebutuhan penginapan, guest house, hingga rumah kos terus meningkat setiap tahunnya, terutama karena Jember kini menjadi salah satu kota tujuan bisnis dan pendidikan.
“Untuk sektor perhotelan, khususnya di level guest house dan kos-kosan, saya melihat Jember masih sangat berpotensi. Market-nya besar dan luas. Seiring bertambahnya tahun, okupansi penginapan dan kos-kosan, terutama untuk mahasiswa, semakin meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, mayoritas tamu penginapan berasal dari luar kota yang datang ke Jember untuk berbagai kebutuhan pekerjaan maupun proyek.
“Pengunjung penginapan kebanyakan dari luar kota Jember. Karena Jember ini merupakan salah satu kota bisnis, banyak sales, karyawan penempatan, kunjungan proyek, dan lainnya. Itu menjadi pangsa pasar terbesar guest house,” ungkapnya.
Seiring meningkatnya kebutuhan akomodasi, pihaknya juga terus melakukan ekspansi bisnis di Jember. Saat ini, perusahaan tersebut telah mengelola total 16 properti hotel dan guest house di bawah manajemen mereka.
“Puji Tuhan, kami terus menambah properti baru. Saat ini total ada 16 properti hotel maupun guest house yang kami kelola di bawah manajemen Calli Room,” ujarnya.
Meski demikian, Angga mengakui permintaan penjualan properti saat ini mengalami penurunan. Banyak pemilik properti akhirnya memilih mengalihfungsikan aset mereka menjadi usaha penginapan maupun rumah kos agar tetap produktif.
“Untuk properti yang dijual memang terjadi penurunan demand. Banyak properti yang akan dijual atau disewakan, tetapi peminatnya berkurang. Karena itu usaha guest house maupun kos-kosan menjadi salah satu solusi,” katanya.
Angga menegaskan, sebagai pelaku usaha pihaknya harus benar-benar matang secara usaha Pihaknya memilih konsep transparansi dan tumbuh bersama Ini pula yang menjadi salah satu alasan banyak pemilik properti mempercayakan pengelolaan aset mereka kepada perusahaan tersebut.
“Kebanyakan owner properti daripada asetnya tidak terpakai, akhirnya dimanfaatkan menjadi guest house maupun rukos. Saat ini semakin banyak pemilik properti yang menggunakan manajemen dengan mengedepankan konsep ‘grow together’. Kami berkembang bersama dengan kepercayaan owner, semuanya transparan, dan itu membuat nama Calli Room semakin dikenal oleh para pemilik properti,” ujarnya.




















