Kriminal

Satpam Perumahan Korban Penusukan di Cemorokandang Meninggal Dunia Saat Dirawat di RSSA

7
×

Satpam Perumahan Korban Penusukan di Cemorokandang Meninggal Dunia Saat Dirawat di RSSA

Share this article
Satpam Perumahan Korban Penusukan di Cemorokandang Meninggal Dunia Saat Dirawat di RSSA
Petugas saat melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa kusen galvalum yang diduga dibawa pelaku di sekitar bawah Jembatan Madyopuro, Kota Malang.(foto:humas polresta)

Sudutkota.id – Kasus penusukan terhadap seorang petugas jaga malam (satpam) perumahan di kawasan Cemorokandang, Kota Malang, berakhir duka.

Korban bernama Mat Suhadi (51) dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Minggu (10/5/2026) pagi.

Hal tersebut disampaikan Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhirin, berdasarkan laporan penanganan kejadian dugaan tindak pidana penganiayaan atau penusukan yang terjadi di bawah fly over Jalan Raya Cemorokandang.

“Korban dinyatakan meninggal dunia pada Minggu pagi sekitar pukul 07.30 WIB saat masih menjalani perawatan medis di RSSA Malang,” ujar Ipda Lukman Sobhirin.

Korban diketahui bernama Mat Suhadi, warga Jalan Jabal Nur, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Sehari-hari korban bekerja sebagai tukang batu dan juga menjadi petugas jaga malam di Perumahan Cemara Diamond Townhouse, Cemorokandang.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di bawah fly over Jalan Raya Cemorokandang, RT 007 RW 003, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Berdasarkan keterangan awal saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pelaku sebelumnya diduga melakukan pencurian di kantor pemasaran Perumahan Cemara Diamond Townhouse. Aksi itu kemudian diketahui korban yang sedang berjaga malam.

Saat dilakukan pengejaran, pelaku diduga melakukan perlawanan hingga menusuk korban pada bagian perut sebelum akhirnya melarikan diri.

“Petugas juga mengamankan barang bukti berupa kusen galvalum yang menurut warga merupakan barang hasil curian yang dibawa pelaku,” jelas Lukman.

Polisi menyebut pelaku memiliki ciri-ciri laki-laki berambut pendek rapi, bertubuh tinggi besar sekitar 175 centimeter, mengenakan jaket abu-abu, dan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna biru.

Sebelumnya, warga sekitar sempat geger dan berkumpul di sekitar lokasi bawah fly over serta kawasan Jembatan Madyopuro setelah mendengar adanya korban penusukan. Korban kemudian dievakuasi ke RSSA Malang dalam kondisi luka berat.

Saat ini Satreskrim Polresta Malang Kota masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku penusukan tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *