Daerah

Cuaca Mendukung, Petani Tembakau di Jombang Optimistis Produksi 2026 Meningkat

12
×

Cuaca Mendukung, Petani Tembakau di Jombang Optimistis Produksi 2026 Meningkat

Share this article
Cuaca Mendukung, Petani Tembakau di Jombang Optimistis Produksi 2026 Meningkat
Petani tembakau di wilayah Utara Brantas Jombang.(foto:sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Petani tembakau di wilayah utara Sungai Brantas, Kabupaten Jombang, mulai mempersiapkan musim tanam tembakau 2026.

Memasuki awal musim kemarau, para petani kini fokus melakukan pengolahan lahan dan pembibitan untuk menyambut masa tanam yang diperkirakan dimulai akhir Mei 2026.

Lima kecamatan sentra tembakau di wilayah utara Brantas, yakni Ploso, Kabuh, Kudu, Ngusikan, dan Plandaan kini mulai dipadati aktivitas petani yang bersiap menghadapi musim tanam tahun ini.

Wakil Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang, Tek Diwanto mengatakan, para petani saat ini masih fokus pada tahap persiapan lahan dan pembibitan sebelum memasuki masa pindah tanam.

“Kalau sekarang kami masih persiapan. Semua lima kecamatan di utara Brantas seperti Ploso, Kabuh, Kudu, Ngusikan dan Plandaan sedang persiapan. Sembari menunggu tanah siap, kami menyiapkan bibitnya,” ujarnya kepada awak media, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, varietas tembakau yang disiapkan petani tahun ini cukup beragam untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Di lahannya sendiri, Tek Diwanto membudidayakan tiga jenis tembakau unggulan, yakni jinten pakpie 1, jinten pakpie 2, dan manilo.

“Di saya ini ada tiga jenis, jinten pakpie 1, jinten pakpie 2 dan manilo,” katanya.

Berdasarkan kondisi di lapangan, usia bibit tembakau saat ini rata-rata berkisar 15 hingga 20 hari. Bibit tersebut diperkirakan baru siap dipindahkan ke lahan tanam setelah memasuki usia ideal sekitar 40 hingga 50 hari.

“Usia bibit sekarang di angka 15-20 hari, nanti baru siap ditanam mungkin sebulan lagi. Sehingga kalau kita hitung, mulai tanam mungkin baru di pertengahan Mei 2026 dan yang serentak nanti di akhir Mei 2026,” jelasnya.

Ia menegaskan musim tanam tembakau 2026 di Jombang diprediksi mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Para petani optimistis luas lahan tanam tembakau tahun ini bisa menembus lebih dari 6.000 hektare.

“Untuk target tanam tetap di angka 6.000 hektare lebih, bahkan mungkin bisa lebih lagi dari tahun lalu karena melihat serapan bibit per hari ini,” imbuhnya.

Selain itu, ia menyebut prediksi musim kemarau panjang yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) justru disambut positif oleh petani tembakau di Jombang.

Menurut Tek Diwanto, cuaca panas dan kemarau panjang biasanya berdampak baik terhadap kualitas daun tembakau yang dihasilkan petani.

“Kalau berkaca dari prakiraan BMKG tahun ini kan kemarau panjang, jadi kami berharap hasilnya bisa lebih baik dari tahun kemarin,” pungkasnya.

Dengan persiapan musim tanam yang dimulai lebih awal, petani tembakau di wilayah utara Brantas optimistis sektor pertanian tembakau tetap menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Kabupaten Jombang sepanjang 2026.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *