Sudutkota.id – Persoalan minyak goreng kembali jadi sorotan. Stok Minyakita di gudang Perum Bulog Cabang Malang saat ini tersisa sekitar 9.000 liter atau setara 750 kardus, angka yang diakui belum sepenuhnya aman untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Malang.
Kondisi ini membuat Bulog bersama Satgas Pangan Polresta Malang Kota bergerak cepat melakukan sidak ke Pasar Bunul, Kecamatan Blimbing, Sabtu (18/4/2026), guna memastikan distribusi tetap berjalan dan harga tidak lepas kendali.
Kepala Bulog Cabang Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, menegaskan bahwa meskipun stok Minyakita menipis, pihaknya telah mengajukan tambahan pasokan ke Kantor Wilayah Bulog Jawa Timur. Ia memastikan koordinasi terus dilakukan agar suplai segera masuk dan tidak terjadi kelangkaan di pasar.
“Kalau dibilang aman, memang belum. Tapi kami sudah ajukan penambahan dan terus berkoordinasi agar pasokan segera datang,” ujarnya di sela sidak.
Dalam kondisi normal, Bulog biasanya menerima tambahan pasokan sekitar 24.000 kardus atau setara 288 ribu liter dalam kurun waktu satu hingga dua minggu. Namun, dengan tingginya kebutuhan dan adanya pembagian distribusi, pasokan yang ada saat ini harus diatur lebih ketat.
Tak hanya soal stok, persoalan distribusi juga menjadi perhatian serius. Di tingkat pedagang, penyaluran Minyakita belum merata karena masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), yang menjadi syarat untuk mendapatkan pasokan resmi.
“Ini yang sedang kita benahi. Kami sudah bekerja sama dengan Dinas Perdagangan untuk membantu pedagang mengurus NIB agar distribusi bisa lebih luas dan merata,” jelasnya.
Sebagai langkah penyeimbang, Bulog juga mengoptimalkan program bantuan pangan. Dalam program tersebut, masyarakat penerima mendapatkan bantuan minyak goreng untuk dua periode sekaligus. Strategi ini dinilai mampu menekan permintaan di pasar umum, sehingga ketersediaan bagi masyarakat lainnya tetap terjaga.
“Dengan bantuan ini, penerima tidak perlu membeli di pasar. Jadi tekanan konsumsi bisa berkurang,” tambahnya.
Hingga kini, realisasi penyaluran bantuan pangan di wilayah Malang baru mencapai sekitar 17 persen. Hal ini disebabkan adanya proses perawatan gudang seperti fumigasi yang sempat menghambat distribusi. Namun, Bulog menargetkan penyaluran akan kembali dipercepat mulai awal pekan depan dan tuntas sebelum akhir April.
Sementara itu, untuk menjaga stabilitas harga di lapangan, Bulog bersama Satgas Pangan Polresta Malang Kota melakukan pemantauan rutin setiap hari. Pengawasan dilakukan melalui sistem pencatatan harga untuk memastikan tidak terjadi lonjakan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kalau ada kenaikan tidak wajar, kami langsung turun. Ini bentuk komitmen bersama agar harga tetap stabil,” tegas Nurjuliansyah.





















