Sudutkota.id – Proses perbaikan kerusakan Pasar Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, hingga kini masih belum tuntas.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang menegaskan, perbaikan tidak hanya bersifat tambal sulam, tetapi harus disertai penguatan konstruksi secara menyeluruh.
Saat ini sejumlah bagian pasar masih dalam tahap pengerjaan. Seluruh neon box pada fasad telah dilepas dan belum kembali terpasang. Selain itu, kaca yang sebelumnya rusak juga masih belum dipasang kembali.
Kepala Disdagrin Jombang, Anjik Eko Saputro, menegaskan bahwa perbaikan Pasar Ploso harus dilakukan secara maksimal agar kejadian serupa tidak terulang.
“Perbaikan ini bukan sekadar mengganti, tapi harus diperkuat. Kami tidak ingin kejadian ini terulang lagi,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Ia menjelaskan, proses perbaikan masih dilakukan oleh pihak kontraktor. Komponen yang mengalami kerusakan parah diminta diganti dengan material baru, sementara bagian yang masih layak tetap digunakan dengan penguatan teknis.
“Yang rusak kami minta diganti baru. Sedangkan yang dipasang kembali kondisinya tidak terlalu parah, tapi pengaitnya harus dibuat lebih kuat,” jelasnya.
Meski dilakukan penguatan, desain bangunan Pasar Ploso tidak mengalami perubahan. Seluruh bentuk dan tampilan tetap mengacu pada desain awal, hanya ditingkatkan dari sisi kekuatan konstruksi.
“Tidak ada perubahan desain. Tetap seperti semula, hanya pengait dan kekuatannya yang dimaksimalkan,” tambahnya.
Disdagrin juga mengingatkan kontraktor agar pengerjaan sesuai dengan spesifikasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kualitas pekerjaan diminta ditingkatkan untuk mencegah kerusakan berulang.
“Kami minta pemborong segera menyempurnakan pekerjaan sesuai spesifikasi. Ke depan kualitas harus lebih maksimal,” tegasnya.
Selain itu, Inspektorat turut memberikan rekomendasi teknis, khususnya terkait penguatan rangka kaca dan neon box di area fasad pasar.
“Ada rekomendasi dari inspektorat, rangka kaca dan neon box harus diperkuat agar lebih aman,” pungkasnya.
Sebelumnya, proyek rehabilitasi Pasar Ploso Jombang menjadi sorotan publik setelah terjadi dua insiden kerusakan dalam waktu berdekatan.
Insiden pertama adalah robohnya kanopi pasar sepanjang sekitar 15 meter pada pertengahan Maret 2026. Padahal, proyek rehab pasar tersebut baru saja rampung dengan anggaran mencapai sekitar Rp 3,9 Miliar.
Belum selesai diperbaiki, kerusakan kembali terjadi pada bagian fasad akibat diterjang angin kencang pada Senin (30/3/2026) sore.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam dua insiden tersebut. Namun, kondisi ini membuat para pedagang merasa waswas terhadap keamanan bangunan.
Di sisi lain, kalangan DPRD Jombang mendorong dilakukan audit menyeluruh terhadap proyek rehabilitasi Pasar Ploso.
Perlu diketahui, proyek tersebut dikerjakan sejak 18 Juli 2025 oleh CV Panama Karya dengan pengawasan PT Concept Design Architect. Nilai kontrak mencapai Rp 3,94 Miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur.





















