Daerah

Baru Diresmikan Prabowo, Puluhan Koperasi Desa Merah Putih di Jombang Malah Tutup

13
×

Baru Diresmikan Prabowo, Puluhan Koperasi Desa Merah Putih di Jombang Malah Tutup

Share this article
Baru Diresmikan Prabowo, Puluhan Koperasi Desa Merah Putih di Jombang Malah Tutup
Salah satu KDKMP yang sudah dilaunching oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.(foto:sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Sebanyak 80 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masih tutup usai diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara serentak beberapa waktu lalu.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan koperasi tersebut mulai beroperasi penuh untuk melayani masyarakat.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sendiri resmi diluncurkan secara nasional pada, Sabtu (16/5/2026).

Sedikitnya terdapat 1.061 KDKMP di seluruh Indonesia yang diresmikan secara virtual oleh Presiden Prabowo dari Kabupaten Nganjuk.

Berdasarkan data yang dihimpun, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur terdapat 211 KDKMP yang telah dibangun. Dari jumlah itu, sebanyak 170 koperasi ikut dilaunching saat peresmian nasional.

Sementara 95 KDKMP lainnya di 4 kelurahan dan 91 desa masih belum dibangun. Namun pasca-peresmian, puluhan gerai KDMP di Jombang justru belum beroperasi. Salah satunya terjadi di Desa Mojongapit.

Kepala Desa Mojongapit, Iskandar Arif, membenarkan gerai Koperasi Desa Merah Putih di wilayahnya masih tutup hingga saat ini.

“Memang benar sudah diresmikan oleh Presiden Prabowo pekan lalu, tetapi sampai saat ini posisinya masih tutup. Setiap hari karyawan KDMP rutin datang ke lokasi, tapi mereka belum berani membuka toko untuk umum,” ujar Iskandar Arif, Rabu (27/5/2026).

Menurut dia, saat peresmian berlangsung seluruh gerai KDMP di Jombang memang dibuka serentak untuk kebutuhan launching program pemerintah. Namun setelah agenda selesai, operasional kembali dihentikan.

Mandeknya operasional KDKMP di Jombang disebut dipicu dua persoalan utama, yakni stok barang yang belum tersedia dan belum adanya petunjuk teknis operasional dari pusat.

Pemerintah desa menyebut pasokan elpiji murah yang sebelumnya dijanjikan dijual Rp16 Ribu per tabung hingga kini belum juga dikirim.

Selain itu, pengelola koperasi desa juga belum menerima petunjuk teknis (juknis) serta regulasi harga resmi dari PT Agrinas selaku mitra pengelola program.

Akibat belum adanya acuan harga dan aturan teknis tersebut, para karyawan KDMP memilih belum melayani transaksi masyarakat karena khawatir melanggar aturan internal.

“Kami belum bisa memastikan sampai kapan kondisi tutup ini berlangsung. Prinsipnya dari desa, jika hari ini atau besok PT Agrinas mengeluarkan perintah dan instruksi resmi untuk buka, maka hari itu juga gerai KDMP di Desa Mojongapit akan langsung kami buka untuk melayani warga,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Sambongdukuh, Khairur Roziqin. Dia mengatakan KDKMP di desanya juga belum beroperasi meski sudah diresmikan pekan lalu.

“Masih menunggu distribusi barang dan arahan dari PT Agrinas (Agro Industri Nasional),” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *