Daerah

Distribusi SPHP Fleksibel di 13 Pasar, Dispantan Kota Malang Jaga Stabilitas Harga Beras Medium

33
×

Distribusi SPHP Fleksibel di 13 Pasar, Dispantan Kota Malang Jaga Stabilitas Harga Beras Medium

Share this article
Distribusi SPHP Fleksibel di 13 Pasar, Dispantan Kota Malang Jaga Stabilitas Harga Beras Medium
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, saat memberikan keterangan terkait distribusi beras SPHP di Kota Malang, Rabu (8/4/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras medium terus dilakukan Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispantan).

Salah satu langkahnya adalah mengoptimalkan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar-pasar tradisional.

Kepala Dispantan Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, Rabu (8/4/2026), menegaskan bahwa SPHP menjadi solusi alternatif di tengah kondisi beras medium bermerek yang kerap sulit ditemui di pasaran.

“SPHP ini memang disiapkan sebagai penyeimbang. Ketika beras medium bermerek mulai langka, masyarakat masih punya pilihan dengan harga yang relatif stabil,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Slamet mengakui, dalam beberapa waktu terakhir, ketersediaan beras medium bermerek mengalami keterbatasan di sejumlah titik distribusi, memicu peningkatan permintaan terhadap SPHP, baik dari pedagang maupun konsumen.

Namun, ia menekankan distribusi SPHP tidak dilakukan sama setiap bulan. Penyaluran disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Distribusi SPHP ini tidak bisa dipukul rata. Kami melihat data dan kondisi pasar. Permintaan di masing-masing pasar berbeda, sehingga penyalurannya juga kami sesuaikan,” jelas Slamet.

Berdasarkan data Dispantan, terdapat 13 pasar tradisional di Kota Malang yang menjadi titik distribusi utama SPHP, yaitu Pasar Mergan, Pasar Kasin, Pasar Induk Gadang, Pasar Gadang Lama, Pasar Sukun, Pasar Kedungkandang, Pasar Bunulrejo, Pasar Tawangmangu, Pasar Besar, Pasar Madyopuro, Pasar Sawojajar, Pasar Blimbing, dan Pasar Dinoyo.

Selama triwulan pertama 2026, total distribusi beras di pasar-pasar tersebut mencapai 304 ribu kilogram, dengan rincian Januari 104 ribu kg, Februari 100 ribu kg, dan Maret 100 ribu kg. Pasar Dinoyo tercatat sebagai pasar dengan distribusi tertinggi, 62.575 kg, diikuti Pasar Blimbing 45.250 kg, dan Pasar Mergan 28.840 kg.

Sementara itu, beberapa pasar seperti Pasar Besar dan Pasar Kedungkandang menunjukkan permintaan lebih terbatas, sehingga distribusi juga disesuaikan.

Slamet menekankan mekanisme distribusi SPHP memperhatikan permintaan pedagang, yang paling memahami kebutuhan di lapangan.

“Pedagang yang mengajukan, mereka yang paling tahu kebutuhan. Kami tidak bisa menentukan sepihak,” tegasnya.

Selain pasar tradisional, SPHP mulai merambah sejumlah ritel modern untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras medium dengan harga terjangkau.

Terkait stabilitas harga, Slamet menilai SPHP berperan penting sebagai instrumen pengendali, meski bukan satu-satunya faktor. Hukum pasar tetap berlaku, di mana harga dipengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan.

“Kalau pasokan terbatas sementara permintaan tinggi, harga pasti naik. Tapi ketika pasokan normal, harga turun kembali. SPHP membantu menahan agar lonjakan tidak terlalu tinggi,” paparnya.

Dengan pola distribusi adaptif ini, Pemkot Malang optimistis mampu menjaga stabilitas harga beras medium sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga.

“Kami pastikan distribusi SPHP di Kota Malang berjalan. Yang terpenting adalah keseimbangan, baik dari sisi pasokan maupun kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *