Daerah

Arus Mudik di Tol Gempol–Pasuruan Tembus 175 Ribu Kendaraan, Distribusi Lalin Antar Gerbang Tak Merata

3
×

Arus Mudik di Tol Gempol–Pasuruan Tembus 175 Ribu Kendaraan, Distribusi Lalin Antar Gerbang Tak Merata

Share this article
Arus Mudik di Tol Gempol–Pasuruan Tembus 175 Ribu Kendaraan, Distribusi Lalin Antar Gerbang Tak Merata
Kondisi arus mudik di ruas Tol Gempol-Pasuruan. PT Jasamarga Gempol Pasuruan mencatat, terjadi kenaikan sebesar 5,33 persen dari tahun lalu.(foto:dok. PT Jasa Marga)

Sudutkota.id – Arus mudik Lebaran 2026 di ruas Tol Gempol–Pasuruan menunjukkan dinamika yang menarik. Meski total volume kendaraan mencapai 175.086 unit selama periode H-10 hingga H-1 Idulfitri (11–20 Maret 2026).

Meski volume kendaraan tinggi, distribusi lalu lintas di tiap gerbang tol justru tidak merata. Hal ini mencerminkan pergeseran pola perjalanan masyarakat.

Data dari PT Jasamarga Gempol Pasuruan mencatat, angka tersebut mengalami penurunan 5,41 persen dibandingkan lalu lintas normal yang mencapai 185.099 kendaraan. Namun, jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun 2025, terjadi kenaikan sebesar 5,33 persen dari 166.277 kendaraan.

Perbedaan signifikan terlihat di sejumlah gerbang tol. Gerbang Tol (GT) Pasuruan menjadi titik dengan volume kendaraan tertinggi, baik untuk arus keluar maupun masuk. Tercatat 40.011 kendaraan keluar dan 41.942 kendaraan masuk, relatif stabil dibandingkan kondisi normal.

Sementara itu, GT Bangil mencatat peningkatan tipis pada arus keluar sebesar 16.120 kendaraan atau naik 1,90 persen dari kondisi normal. Namun arus masuknya sedikit turun menjadi 16.631 kendaraan.

Berbeda dengan dua gerbang tersebut, GT Rembang justru mengalami penurunan paling tajam. Volume kendaraan keluar dan masuk masing-masing turun hingga 21,16 persen dibandingkan lalu lintas normal, mengindikasikan berkurangnya mobilitas di wilayah tersebut selama periode mudik.

Di sisi timur, GT Grati menunjukkan tren campuran. Arus keluar meningkat 1,41 persen menjadi 13.488 kendaraan, tetapi arus masuk turun cukup signifikan sebesar 13,88 persen menjadi 19.117 kendaraan.

Ketimpangan volume kendaraan antar gerbang tol ini diduga mencerminkan perubahan preferensi rute pemudik, terutama yang menuju wilayah timur Jawa.
Tol Gempol–Pasuruan tetap menjadi jalur vital, namun distribusi beban lalu lintas tidak lagi terpusat secara merata seperti tahun-tahun sebelumnya.

Faktor seperti aksesibilitas, kondisi jalan alternatif, hingga strategi perjalanan pemudik kemungkinan memengaruhi pola ini.

Pengelola tol mengingatkan pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan secara matang. Mulai dari memastikan kondisi kendaraan, kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik, hingga membawa perbekalan yang cukup.

Pemudik juga disarankan memanfaatkan rest area untuk beristirahat guna menjaga keselamatan selama perjalanan jarak jauh.

Untuk informasi dan bantuan, pengguna jalan dapat menghubungi layanan One Call Center 24 jam di nomor 133 atau melalui aplikasi Travoy.

Dengan tren pergerakan yang mulai berubah, pemudik diharapkan dapat lebih cermat memilih waktu dan rute perjalanan agar terhindar dari kepadatan selama puncak arus mudik Lebaran 2026.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *