Sudutkota.id – Ada pemandangan menarik saat rombongan Bupati Jember, Muhammad Fawait bersama jajaran OPD mengunjungi PT. Nankai Indonesia, perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang di Kecamatan Silo.
Rombongan tidak lagi menggunakan deretan mobil dinas pribadi seperti biasanya, melainkan memilih berangkat bersama-sama dalam satu kendaraan minibus (Hiace). Ini dilakukan sebagai bentuk nyata tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait pembatasan penggunaan BBM dan efisiensi anggaran. Kunjungan ini sekaligus melihat potensi ekonomi di Jember.
“Kami datang berombongan, tidak sendiri-sendiri. Ini adalah bentuk efisiensi sesuai arahan Presiden. Mengingat gejolak di Timur Tengah yang membuat harga minyak fluktuatif. Kita harus waspada agar beban subsidi negara tidak membengkak. Jember harus memberikan contoh nyata dalam penghematan energi,” ujar Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember Muhammad Fawait, Sabtu (14/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fawait memberikan apresiasi tinggi terhadap PT. Nankai Indonesia yang telah menanamkan investasi sekitar 10 juta USD (setara Rp150 Miliar lebih) di Jember.
Terlebih lagi, perusahaan ini saat ini mempekerjakan sekitar 250 orang, di mana 80 persen di antaranya merupakan warga lokal Jember, khususnya masyarakat sekitar Kecamatan Silo.
“Investasi adalah kunci utama mengurai kemiskinan di Jember selain belanja pemerintah. Kami berkomitmen menyelesaikan Perda RTRW agar Jember semakin ramah investasi dan menjadi pusat ekonomi di ujung timur Pulau Jawa,” tambahnya.
Fawait menambahkan, terkait efisiensi energi, Fawait berencana memberlakukan kembali sistem Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah secara selektif. Menurut dia, kemajuan teknologi saat ini memungkinkan kinerja pemerintahan tetap optimal tanpa harus selalu bergantung pada mobilitas fisik yang memakan biaya operasional tinggi.
“Kita punya pengalaman saat Covid-19. Dengan teknologi yang sudah maju, skenario WFH bisa kita terapkan kembali untuk menekan penggunaan BBM dan biaya kantor tanpa mengurangi kualitas layanan publik,” tegasnya.
Masih menurut Fawait, setiap unit usaha di Jember harus mampu memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global.





















