Sudutkota.id – Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, semakin menjadi magnet wisatawan melalui Lumbung Stroberi, destinasi agrowisata yang menawarkan pengalaman memetik stroberi langsung dari kebun, edukasi pertanian, dan pemberdayaan ekonomi warga.
Desa Pandanrejo dapat ditempuh melalui Jalan Raya Beji, dengan jalur alternatif lewat Dusun Songgokerto atau Bulukerto saat macet. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hingga siang hari agar udara sejuk dan stroberi dalam kondisi segar.
Wisata ini ramai dikunjungi setiap akhir pekan oleh keluarga, pelajar, hingga wisatawan dari luar kota. Direktur BUMDes Raharjo, Muklas Rofik, mengatakan jika pihaknya ingin mengemas agar para wisatawan tidak hanya bersenang-senang, tapi juga belajar tentang budidaya stroberi yang ramah lingkungan.
“Dengan adanya Lumbung Stroberi, warga desa mendapat peluang ekonomi baru sekaligus memperkenalkan produk lokal ke wisatawan. Para wisatawan juga bisa merasakan langsung pengalaman cukup unik,” katanya, Sabtu (14/3/2026).
Rofik menambahkan bahwa kolaborasi dengan petani lokal dan pemuda desa membuat kualitas buah lebih terjaga, sekaligus meningkatkan pengalaman edukatif pengunjung.
“Jadi di tempat kami, pengunjung dapat memetik stroberi matang, mencicipi langsung, atau membawa pulang hasil panen dengan sistem timbang. Tiket masuk berkisar Rp 25.000 per orang, termasuk jus stroberi segar dan kesempatan memetik beberapa buah gratis,” bebernya.
Kemudian untuk paket edukasi pertanian mencakup teknik perawatan tanaman stroberi, pemilihan bibit, hingga proses panen. Lumbung Stroberi mencatat kunjungan ratusan wisatawan setiap akhir pekan, meningkat pada musim panen yaitu pada bulan Mei Oktober.
“Destinasi kami menjadi model wisata edukatif yang memberdayakan masyarakat desa, sekaligus memperkuat posisi Desa Pandanrejo sebagai ikon agrowisata stroberi Jawa Timur,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pandanrejo, Abdul Manan, menegaskan bahwa keberadaan Lumbung Stroberi membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Wisata stroberi memberi lapangan kerja, menambah pendapatan warga, dan menjadi ikon desa. Kami juga mendorong pengembangan olahan lokal seperti selai, jus, dan kuliner berbahan stroberi agar ekonomi kreatif desa ikut berkembang,” ujar Manan.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Onny Ardianto menjelaskan bahwa wisata Lumbung Stroberi menjadi contoh sinergi antara pariwisata dan pemberdayaan ekonomi desa.
“Desa Pandanrejo menunjukkan bagaimana wisata berbasis pertanian bisa menjadi edukasi sekaligus penggerak ekonomi lokal. Kami terus mendorong desa-desa lain mengembangkan potensi serupa,” katanya.(ADV)





















