Daerah

Wali Kota Malang Pastikan Stok Pangan, BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran

16
×

Wali Kota Malang Pastikan Stok Pangan, BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran

Share this article
Wali Kota Malang Pastikan Stok Pangan, BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, perwakilan Bulog, Pertamina, serta sejumlah instansi terkait berfoto bersama usai High Level Meeting TPID Kota Malang 2026 yang membahas stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Fitri 1447 H.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi dan penjualan bahan pokok guna memastikan stabilitas harga, keterjangkauan masyarakat serta ketersediaan komoditas penting, Rabu (11/3/2026).

Sidak tersebut dipimpin langsung Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat, dengan mengunjungi beberapa lokasi strategis mulai dari Pasar Sawojajar, Livin Plaza Hypermart, Distributor Sadar Mandiri, Perum Bulog Gadang, hingga Depo Pertamina.

Pemantauan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi pemerintah daerah untuk memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap aman serta menghindari potensi lonjakan harga menjelang Lebaran.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa dari hasil sidak di sejumlah titik tersebut, secara umum kondisi stok bahan pokok, BBM dan LPG di Kota Malang masih dalam kondisi aman dan terkendali.

“Kita sudah keliling mulai dari Pasar Sawojajar, kemudian ke Hypermart, distributor, Bulog hingga Pertamina. Dari hasil pemantauan tersebut dapat dipastikan bahwa ketersediaan BBM, LPG maupun bahan pokok penting dalam kondisi aman dan tidak ada kelangkaan,” ujar Wahyu.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak terpancing isu yang beredar mengenai kekosongan stok atau kenaikan harga yang tidak wajar.

“Ini penting kita sampaikan kepada masyarakat agar tidak panik. Kadang masyarakat mendengar isu bahwa stok habis atau terjadi kelangkaan, padahal sebenarnya hanya proses pergantian stok saja. Jadi ketika sempat kosong, itu segera diganti kembali. Tidak sampai terjadi kelangkaan,” tegasnya.

Meski secara umum harga kebutuhan pokok relatif stabil, Wahyu mengakui terdapat kenaikan cukup tinggi pada komoditas cabai. Hal ini dipengaruhi oleh faktor cuaca yang berdampak langsung pada produksi di tingkat petani.

Menurutnya, dari hasil pemantauan di tingkat hulu sebelumnya, harga cabai di tingkat petani sudah cukup tinggi.

“Kemarin saat kami melakukan pemantauan ke hulu, dari petani harga cabai sudah sekitar Rp80 ribu per kilogram. Ketika sampai di pasar, seperti yang kita lihat di Pasar Sawojajar, harganya bisa mencapai sekitar Rp120 ribu per kilogram,” jelasnya.

Kenaikan harga tersebut, kata Wahyu, akan segera dibahas oleh TPID Kota Malang bersama instansi terkait untuk mencari langkah intervensi yang tepat agar tidak terus melonjak menjelang Lebaran.

“Kita akan rapatkan bersama tim, termasuk kemungkinan mendatangkan pasokan dari daerah lain yang memiliki stok cabai lebih banyak. Dengan begitu diharapkan harga bisa ditekan dan kembali stabil,” katanya.

Sementara itu untuk komoditas lain seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya, pemerintah memastikan kenaikan harga masih dalam batas wajar dan tidak terlalu signifikan.

Di sisi lain, pihak Perum Bulog juga memastikan ketersediaan stok beras di Kota Malang dalam kondisi sangat mencukupi.

“Dari Bulog disampaikan bahwa stok beras aman bahkan hingga lebih dari 10 bulan ke depan. Selain itu juga tersedia cadangan beras pemerintah yang siap disalurkan melalui program SPHP apabila dibutuhkan untuk menstabilkan harga di pasaran,” ungkap Wahyu.

Ia menambahkan, perbedaan harga beras di pasar juga dipengaruhi oleh preferensi masyarakat terhadap merek tertentu.

“Di Pasar Sawojajar misalnya, karena berada di kawasan perumahan, masyarakat kadang mencari merek beras tertentu. Ketika merek itu habis, mereka baru beralih ke merek lain. Padahal sebenarnya stok beras secara umum tersedia dan aman,” terangnya.

Selain bahan pangan, TPID Kota Malang juga memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat. Dari hasil pemantauan di Depo Pertamina, dipastikan stok BBM dan LPG dalam kondisi aman.

Bahkan pihak Pertamina telah menyiapkan skema penambahan suplai apabila terjadi peningkatan permintaan menjelang arus mudik dan Hari Raya Idul Fitri.

“Pertamina juga sudah menyampaikan bahwa apabila terjadi lonjakan kebutuhan menjelang Lebaran, mereka siap menambah suplai. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” jelas Wahyu.

Dengan hasil pemantauan tersebut, Pemerintah Kota Malang memastikan kondisi pasokan kebutuhan pokok, energi dan stabilitas harga di wilayah Kota Malang masih terkendali menjelang Idul Fitri.

Wahyu pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum tentu kebenarannya.

“Kami ingin meyakinkan masyarakat Kota Malang bahwa menghadapi Idul Fitri nanti kondisinya aman. Stok tersedia, harga terus kita pantau dan kita intervensi jika diperlukan. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *