Pemerintahan

Pertumbuhan Ekonomi Jember Tunjukkan Tren Positif, Lampaui Rata-Rata

31
×

Pertumbuhan Ekonomi Jember Tunjukkan Tren Positif, Lampaui Rata-Rata

Share this article
Pertumbuhan Ekonomi Jember Tunjukkan Tren Positif, Lampaui Rata-Rata
Bupati Jember Muhammad Fawait (berkopiah tengah) saat digelar Musrenbang RKPD 2027 di Pendopo Wahyawibawagraha pada, Senin (9/3/2026).(foto:sudutkota.id/wnp)

Sudutkota.id – Kendati baru menjabat satu tahun, Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait SE,MSc menunjukkan pertumbuhan ekonomi cukup membanggakan.

Dari sejumlah indikator makro pembangunan, pertumbuhan ekonomi Jember tercatat mencapai 5,47 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Timur yang berada pada angka 5,33 persen. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Jember ini juga melampaui rata-rata nasional.

Hal ini sempat dipaparkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat saat digelar forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha pada Senin (9/3/2026) secara luring dan daring ini.

Imam Hidayat juga menjelaskan, tingkat pengangguran terbuka di Jember tercatat sebesar 3,07 persen, lebih rendah dibandingkan tingkat pengangguran di Jawa Timur yang mencapai 3,71 persen maupun angka nasional yang berada di kisaran 4,74 persen.

“Ini menunjukkan bahwa strategi pembangunan yang dijalankan sudah mulai berdampak terhadap peningkatan kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Meski demikian, harus diakui masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang harus menjadi perhatian. Ini menyangkut peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jember yang saat ini berada di angka 71,57 serta persoalan stunting yang masih perlu penanganan serius.

Menurut Imam, penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor pendidikan, kesiapan keluarga, serta fenomena pernikahan usia dini.

Sementara itu, masih tingginya angka kemiskinan ini, benar-benar menjadi perhatian serius Bupati Jember Muhammad Fawait SE, MSc. Berbagai cara dilakukan guna mengurangi angka kemiskinan dengan menggelontor berbagai program-program yang menyentuh rakyat. Bahkan, persoalan kemiskinan menjadi fokus persoalan yang dibahas dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Ditegaskan, Pemerintah Kabupaten Jember punya komitmen kuat untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus mendorong lahirnya sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Fokus utama pembangunan daerah periode 2026 hingga 2027 adalah menekan angka kemiskinan secara signifikan. Pemerintah daerah berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengentasan Kemiskinan yang bekerja dengan memanfaatkan data terpadu dari Badan Pusat Statistik (BPS),” ujar Bupati Fawait.

Menurut bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini, program pengentasan kemiskinan harus berbasis data agar benar-benar menyentuh masyarakat. Untuk itulah, penggunaan data yang akurat akan membantu pemerintah daerah menyalurkan program bantuan maupun pemberdayaan masyarakat secara lebih tepat sasaran. Terutama, bagi kelompok masyarakat yang berada pada kategori desil satu hingga desil empat.

Selain memperkuat strategi pengentasan kemiskinan, Pemkab Jember juga berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Salah satunya melalui serap aspirasi melalui program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan).

Melalui program tersebut, pemerintah daerah turun langsung ke wilayah desa untuk menyerap aspirasi masyarakat serta melihat kondisi riil di lapangan. Selain menampung masukan warga, kegiatan itu juga menjadi sarana sosialisasi berbagai program pelayanan publik, termasuk layanan kesehatan gratis bagi seluruh warga Jember melalui Universal Health Coverage (UHC).

“Kita ingin masyarakat menyampaikan langsung apa yang mereka butuhkan. Pemerintah hadir untuk mendengar dan memastikan program pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan warga,” kata Gus Fawait.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *