Wisata

Sejuk Lereng Arjuno, Sumbergondo Tawarkan Paket Wisata Alam, Edukasi Terpadu hingga Center Poin Terintegrasi

22
×

Sejuk Lereng Arjuno, Sumbergondo Tawarkan Paket Wisata Alam, Edukasi Terpadu hingga Center Poin Terintegrasi

Share this article
Sejuk Lereng Arjuno, Sumbergondo Tawarkan Paket Wisata Alam, Edukasi Terpadu hingga Center Poin Terintegrasi
D'Kopi Sabin salah satu wisata andalan Desa Sumbergondo.(foto:sudutkota.id/ist.)

Sudutkota.id – Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, terus menguatkan posisinya sebagai desa wisata berhawa sejuk di lereng Gunung Arjuno.

Mengusung konsep wisata alam dan edukasi terpadu, desa ini menawarkan panorama tiga gunung, wisata kopi sawah, petik apel, hingga jalur petualangan off road dan hiking.

Kepala Desa Sumbergondo, Hadi Purwanto, mengatakan potensi wisata di wilayahnya terintegrasi antara sektor swasta dan masyarakat melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Wisata di Sumbergondo kami kemas menjadi satu paket. Ada wisata swasta, ada milik warga, semua terintegrasi dalam konsep desa wisata. Harapannya ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujar Hadi, Kamis (5/3/2026).

Sejuk Lereng Arjuno, Sumbergondo Tawarkan Paket Wisata Alam, Edukasi Terpadu hingga Center Poin Terintegrasi
Wisata Jeep Adventure menyajikan sensasi seru menembus indahnya alam.(foto:sudutkota.id/ist.)

Salah satu destinasi unggulan adalah Sawah Genting, panggung terbuka di tengah hamparan sawah dengan panorama tiga gunung, yakni Arjuno, Semeru, dan Panderman. Lokasi ini kerap dimanfaatkan untuk kegiatan event, wisata kuliner, hingga edukasi pertanian organik.

Tak jauh dari sana terdapat D’Kopi Sabin, perpaduan kafe bernuansa sawah dengan wisata edukasi butik buah, kolam renang, serta wahana permainan. Usaha ini milik swasta, namun berdiri di atas tanah desa melalui skema kerja sama pemanfaatan (KSP).

“D’Kopi Sabin milik swasta, tetapi tanah desa. Jadi ada kerja sama pemanfaatan yang saling menguntungkan,” jelasnya.

Destinasi lain yang menjadi daya tarik adalah wisata petik apel dan kebun hortensia milik warga. Aktivitas ini memberi pengalaman langsung kepada wisatawan untuk memanen buah sekaligus berburu spot foto alami.

Selain itu, Sumbergondo juga dikenal dengan program Wisata Edukasi Sampah, yang mengajarkan pengolahan sampah mandiri secara kreatif. Program ini menyasar pelajar dan komunitas sebagai bagian dari kampanye lingkungan berbasis desa.

Sebagai pusat aktivitas, desa tengah mengembangkan Agrowisata Center Point yang difungsikan sebagai rest area sekaligus kawasan camping dan outbound bagi keluarga maupun kelompok.

“Harus ada center poin agar wisatawan tahu mau ke mana. Kami ciptakan pusatnya, lengkap dengan rest area dan wisata pertanian,” kata Hadi.

Penguatan infrastruktur penunjang seperti pavingisasi, toilet representatif, tempat ibadah, dan akses jalan terus dilakukan. Bahkan, desa ini sebelumnya masuk 10 besar Desa Wisata Bersih (Dewi Cemara) tingkat Jawa Timur dan meraih predikat penyaji terbaik.

Selanjutnya, bagi pencinta wisata alam dan petualangan, Sumbergondo memiliki jalur off road di kawasan Gunung Pucung dan Bukit Pusung Lading. Bukit ini menawarkan lanskap lembah unik menyerupai bilah keris dan cocok untuk trekking.

Selain itu, desa juga mengembangkan jalur Hiking Gelagah Wangi yang direncanakan menjadi pintu pendakian resmi menuju Gunung Arjuno.

“Wilayah administrasi kami sampai puncak Arjuno. Ke depan, jalur ini kami siapkan menjadi pintu pendakian agar potensi alam bisa dimanfaatkan maksimal,” tegas Hadi.

Tak hanya wisata alam, Sumbergondo juga diramaikan sejumlah kafe bernuansa perkebunan seperti D’Goendoe Cafe dan New Botanical Cafe. Kedua tempat ini menawarkan suasana kebun apel dengan konsep kekinian yang diminati wisatawan muda.

Menurut Hadi, geliat wisata berdampak langsung pada ekonomi warga. Masyarakat di sekitar destinasi membuka usaha kuliner, jasa, hingga penyediaan cottage berbasis kerja sama desa.

“Kalau wisata hidup, masyarakat otomatis bergerak. Ada yang jualan, buka jasa, sampai kerja sama penginapan. Ini yang kami dorong untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa,” ujarnya.

Pengembangan desa wisata ini sekaligus memperkuat branding Kota Batu sebagai Kota Wisata Batu (KWB). Pemerintah desa berharap sinergi dengan pemerintah daerah terus berlanjut agar desa wisata semakin mandiri dan berdaya.

“Dengan panorama tiga gunung, edukasi pertanian dan lingkungan, hingga jalur petualangan yang menantang, Desa Sumbergondo menawarkan paket wisata lengkap dalam satu kawasan sejuk lereng Arjuno untuk wisatawan,” tambah Hadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto mengatakan pihaknya siap mendukung dan mensuport penguatan desa wisata, termasuk dari sisi promosi dan pemasaran.

“Kami mendukung penuh pengembangan Desa Wisata Sumbergondo. Potensinya luar biasa. Dari sisi pemasaran akan kami bantu agar semakin dikenal luas dan benar-benar menjadi desa wisata yang luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, konsep wisata terpadu berbasis alam, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat sejalan dengan penguatan branding kota wisata. Sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah kota diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Jadi ke depan tidak hanya pemasaran tapi secara infrastruktur serta pengembangan SDM akan terus kita kawal dan mendampingi secara berkelanjutan,” tutupnya. (ADV)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *