Sudutkota.id – Menjelang pertandingan pekan ke-24 BRI Super League musim 2025/2026 antara Arema FC melawan Bali United di Stadion Kanjuruhan, Kepolisian Resor Malang memastikan seluruh skema pengamanan telah disiapkan secara maksimal demi menjamin laga berjalan aman dan kondusif.
“Kami ingin memastikan pertandingan ini berlangsung tertib, aman, dan tanpa gangguan sekecil apa pun,” ujar Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi.Rabu (4/3/2026)
Kapolres menegaskan bahwa rapat koordinasi yang digelar bersama TNI-Polri, manajemen klub, panitia pelaksana, serta perwakilan suporter bukan sekadar agenda rutin menjelang laga kandang Arema FC.
“Setiap pertandingan harus diperlakukan sebagai operasi baru agar seluruh personel memahami tanggung jawabnya secara detail,” tegas AKBP Taat.
Menurutnya, pendekatan pengamanan tidak hanya berfokus pada kekuatan personel, tetapi juga pada kesiapan prosedur, komunikasi, serta antisipasi terhadap potensi kerawanan yang mungkin muncul selama pertandingan berlangsung.
“Pengamanan yang baik bukan hanya soal jumlah personel, tetapi soal kesiapan, koordinasi, dan respons cepat di lapangan,” katanya.
Sebanyak 777 personel gabungan dari Polda Jawa Timur, Polres Malang, TNI, dan unsur Pemerintah Kabupaten Malang akan diterjunkan dengan pola pengamanan terbagi dalam empat zona.
“Pembagian zona ini kami siapkan agar pengawasan lebih efektif, mulai dari ring satu di dalam stadion hingga akses keluar-masuk penonton,” jelasnya.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (6/3/2026) pukul 20.30 WIB dinilai memiliki tantangan tersendiri karena digelar pada malam hari.
“Meski laporan intelijen memprediksi situasi relatif aman, kami tidak boleh underestimate terhadap potensi gangguan,” ungkapnya.
Kapolres juga menyoroti potensi pelanggaran yang kerap terjadi, seperti upaya penyelundupan minuman keras dan penyalaan flare oleh oknum suporter.
“Kami akan bertindak tegas terhadap segala bentuk pelanggaran yang dapat mengganggu keamanan dan keselamatan bersama,” tandasnya.
Ia pun mengajak seluruh suporter dan masyarakat untuk turut menjaga ketertiban selama pertandingan berlangsung demi nama baik sepak bola Malang.
“Mari kita buktikan bahwa Malang mampu menjadi tuan rumah yang dewasa, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas,” pungkas AKBP Muhammad Taat Resdi.





















