Daerah

Tujuh Anak Terpapar Campak, Dinkes Klaim ORI Sudah 96 Persen

10
×

Tujuh Anak Terpapar Campak, Dinkes Klaim ORI Sudah 96 Persen

Share this article
Tujuh Anak Terpapar Campak, Dinkes Klaim ORI Sudah 96 Persen
Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Munculnya tujuh kasus campak sepanjang Januari 2026 menjadi alarm serius bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Meski jumlahnya masih terbatas, langkah cepat langsung ditempuh melalui pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) untuk mencegah penyebaran lebih luas.

ORI merupakan program imunisasi massal darurat yang digelar saat terjadi indikasi kejadian luar biasa (KLB). Program ini menyasar kelompok rentan, khususnya anak-anak, agar rantai penularan campak dapat segera diputus.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, mengungkapkan bahwa ORI tahap pertama telah dilaksanakan pada 2 hingga 6 Februari 2026. Hingga pertengahan Februari, capaian program tersebut telah mencapai 96 persen dari target sasaran.

“ORI ini merupakan langkah cepat kami untuk mencegah penyebaran campak lebih luas. Sasaran kami adalah anak-anak yang berisiko dan wilayah yang terdeteksi ada kasus,” ujar Husnul saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Senin (23/2/2026) siang.

Meski capaian sudah tinggi, Husnul menegaskan pihaknya tidak akan lengah. Dinkes tetap melakukan pemantauan aktif melalui jaringan puskesmas dan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Kota Malang.

Ia menyebut, capaian 96 persen merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai tenaga kesehatan, sekolah, hingga kader posyandu yang terlibat dalam pendataan dan pelaksanaan imunisasi di lapangan.

“Capaian ini cukup baik, tetapi kami tetap melakukan sweeping untuk menjangkau anak-anak yang mungkin belum terimunisasi. Prinsipnya jangan sampai ada yang terlewat,” tegasnya.

Dinkes juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar orang tua tidak ragu membawa anak mengikuti imunisasi. Pasalnya, campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular jika cakupan imunisasi tidak optimal.

Masyarakat diimbau segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan terdekat apabila muncul gejala campak seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta ruam pada kulit.

Dengan capaian ORI yang hampir menyeluruh, Pemkot Malang berharap potensi lonjakan kasus campak dapat ditekan sedini mungkin dan kondisi kesehatan anak-anak di Kota Malang tetap terjaga.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *